Menatap dunia tak bisa terbayang oleh seorang Ratih yang terlahir prematur dan harus mengalami perawatan rumah sakit yang lumayan mahal dan elitnya minta ampun,tapi tak apalah jika keelitan itu berdampak positif buat buah hatiku,Keluh sang ibu saat itu namun dengan senyum khasnya.
Beliau harus membanting tulang untuk biaya putri sematawayangnya sendiri,karena sang ayah telah menghadap sang khaliq ketika usia kandungannya 3 bulan,ah hidup adalah sederhana tinggal bersyukur dan bersabar pasti selalu ada jalannya,kata-kata itu yang selalu menjadi motivasinya,meski ia hidup dinegeri orang dan hanya bekerja sebagai buruuh cuci tapi tak pernah ada gurat lara didahinya.
Setiap pagi ia akan berkeliling mencari ibu -ibu yang menyuruh ia mencuci dan setiap hari pula ia harus bolak balik rumah sakit untuk menengok bayi kesayangannya yang masih dirawat dirumahsakit yang tak bisa ia peluk hingga bayi itu berusia 1,5 tahu,bayi tersebut harus selalu berada dalam penghangat yang sesuai untuk bayi yang dianjurkan rumahsakit.Malang melanda anaknya,anak yang ia sayangi mengalami cacat mata karena terlalu lama di inkubator,tapi apa yang keluar dari mulut ibu ini,Tuhan pasti mempunyai rahasia terindah untuk putriku.
Kehidupan yang tak sederhana menurut pandangan kita,tapi untuk ibu tersebut hidup sangat sederhana dan indah.kehidupan rumah sakit telah ia lewati dengan tenang kemudian beban baru sekarang ada lagi ia harus membesarkan anak yang mempunyai kekuranganpenglihatan.
Beliau mengajarkan bagaimana menatap kehidupan didunia ini dengan begitu indah setiap putrinya melakukan kesalahan tak pernah beliau mengeluarkan kata-kata kasar selain kata -kata mutiara yang indah yang mampu menjadi doa untuk putrinya.
Putrinya yang berusia 5 tahun menginginkan belajar sepeda seperti layaknya putri yang memiliki penglihatan normal,betapa rasa sedih menderanya tapi diluar nalar kita beliau justru membantu keinginaan putrinya itu dengan mengajarkan sepeda ketika jatuh dari sepeda dan terperosok selokan apa yang keluar dari mulut indahnya itu,hanya kat lain kali lebih hati-hati ya,dan keuletan serta kegigihan dalam melatih sepeda berujung dengan hasil maksimal kini putrinya bisa bersepeda sesuka hatinya,orang yang melihat dia mengenakan sepeda tak akan menyangka ia buta,ibu yang bijak ini mengajarkan putrinya belajar menulis dan membaca dan selalu saja ada ide sederhana tapi pasti hasilnya indah untuknya dan untuk putrinya.
Beliau tak pernah merasa sedih dengan keadaan apapun karena prinsip hidupnya hanya berusaha sesekali sederhana dalam biduk dunia,kenapa harus terlarut dalam kesedihan yang ada toh kalau kita sedih terus emang bisa membuta penderitaan berakhir,jadi mending saya jalani hidup saya dengan sederhana saja,itu kata terakhir ketika saya mengakhiri wawancara dengannya.
Sungguh indah pelajaran yang bisa serap,hidup didunia ini hanya untuk beribadah,menjalani hidup dengan bersabar dan bersyukur adalah perwujudan dari ibadah kita.
Mari kita tingkatkan rasa syukur kita,dan selalu jalani hidup kita dengan sederhana,sederhana bukan berarti pelit,tapi sederhana yang sangat bersahaja.mulai mau berbagi dengan saudara,tetangga,sahabat dan seluruh makhluknya dibumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar