Kidung duka dan lara masih menyelimutiku,wajah yang ditekuk perut yang melilit menjadi menu hari ini.Tak henti-hentinya batinku menggerutu dan mengeluh,meskipun kidung penyejuk kalbu diwinampku berteriak melantunkan lagu-lagu yang paling aku sukai,tapi tak mampu menjadi perban dalam lukaku lamaku.
****
****Rahman,tunggu aku,kamu hendak kemana ,aku ingin berbicara denganmu sapa Putra.
Oya silahkan "jawab rahman"
Mereka berbincang panjang dan pada ujung pembicaraan dapat disimpulkan masalah yang dialami putra telah selesai."semoga sukses ya Put,"doa Rahman dengan tulus.
****
Acara kampus yang diadakan oleh BEM berjalan dengan lancar.Semuanya berjalan mulus,seminar yang disangka akan kekurangan peserta ternyata justru kelebihan peserta.Putra sebagai ketua dari kegiatan tersebut membatin"andai Rahman tidak menjadi salah satu pembicara dalam seminar ini aku yakin pesertanya hanya sedikit ,terima kasih atas semuanya Ya Rab Kau telah hadirkan dia sebagai penyempurna dalam dakwah ini"
****
Rahman Adi Setya,nama yang sangat indah mahasiswa kedokteran yang akan mendapat beasiswa ke Jepang, luar biasa penampilannya tadi, pembawaan yang elegant dan kharismatik namun menguraikan kata-kata yang begitu mudah dipahami, santun dalam memaparkan pendapat,mengeluarkan kata-kata selalu dibarengi bukti yang sangat detail.Sempurna sekali,aktivis BEM yang gemilang karirnya dan juga aktivis dakwah kampus.Anissa membatin tak henti-hentinya.
****
Andai saja kamu tidak bertemu dengannya aku yakin kamu pasti akan menjadi wanita yang waras dan tidak nampak aneh seperti ini,pake baju yang norak dan pake rok yang mirip pembokatku dirumah.Sewot Rani temanku,tapi aku juga bersyukur paling tidak Anissa yang dulu sudah mulai hadir kembali tandas rani.Tapi aku tak bergeming sedikitpun,aku hanya mencoba mengingat apa -apa yang kudengar saat ku berpapasan dengannya tadi pagi.Apa yang ia lantunkan terlalu indah buatku.teman-temanku yang beranjak pergi pun tak ku hiraukan,aku masih mengingat wajah teduhnya yang menunduk saat berpapasan denganku,yang makin menunduk saat kuajak bicara,apa aku sebegitu hina didepan dia ya.berbagai praduga menyelimutiku.
****
Anissa mulai terbiasa dengan pakaian yang ia kenakan sekarang memakai jilbab dan mulai sering mengenakan rok,kendatipun kakaknya begitu terheran -heran melihat gaya berpakaiannya sekarang,tapi apalah dikata kakak Anissa tak berani mempertanyakan hal itu,maklum setelah kematian ibunya Anissa menjadi seorang gadis yang sangat pemurung tak pernah ada raut kebahagian diwajahnya,karena itu kakaknya sudah sangat bersyukur dengan keadaan Anissa sekarang.
Anissa juga heran setelah ia mengikuti berbagai kegiatan yang ia ikuti akhir-akhir ini membimbing hatinya mendapatkan ketenangan.Anissa aktivis kampus yang terkenal pro aktif dalam segala kegiatan kampus,yang terkenal diseantero kampus gadis anggun dan sekali ia melakukan kegiatan meski kegiatan itu akan menjadi heboh karena kepiawaiannya mempengaruhi massa,dan kemampuan vokalnya yang selalu menggebu-gebu.Untuk soal debat politik kampus selalu menyerahkan semua urusan itu padanya.Alhasil siapa sich yang tidak mengenali Anissa,termasuk Rahman.Anissa yang selalu mendapat the best public speaking kebanggaan kampus,namun sayang naas menimpanya semenjak shok atas kematian ibunya yang tiba-tiba, membuat dia menjadi depresi total,ia menjadi sosok gadis yang putus asa dan pendiam dan seantero kampuspun tahu hal itu.
****
Kidung duka yang hadir diwajah Anissa sudah mulai menghilang siluet kebahagian mulai hadir seperti secercah mutiara dalam bongkahan cinta.Kini Anissa sudah bisa menerima kenyataan bahwa ibunya meninggal bukan karena ayahnya telah meninggalkan ibunya dan memilih istri mudanya tapi itu semua sudah suratan takdir yang telah digoreskan oleh ALLah untuknya.Anissa mulai sadar dengan semua yang menimpanya,ia masih ingat ketika ia terpuruk dan menangis sedu sedan dimasjid kampus ia bertemu seorang Putra yang memberikan pencerahan baginya,ia yang membantu Anissa untuk menerima suratan takdirnya dengan ikhlas dan harus melanjutkan hidup dengan baik,ya Putra yang membantunya melewati masa kritis kehidupannya,Putra yang selalu memberikan kaset-kaset motivasi hidup untuknya.Putra yang mengajaknya mengikuti kajian-kajian keislaman,Putra Yang memperkenalkan dia dengan sahabat-sahabat barunya,Putra yang orang pertama yang memberikan jlbab dan seperangkat baju muslimah untuknya,ya Putra yang melakukan semua itu.Pantas saja semua teman Anissa menyalahkannya karena menurut mereka perbuatan Putra salah tapi setiap kali Anissa berusaha memberikan penjelasan setiap itu juga teman-temannya menghindar,alhasil sampai saat ini Anissa belum sempat menjelaskan alasannya ia berhijrah.
****
Anissa masih menikmati dentaian kehidupan yang dirangkai tuhan untuknya,Anissa mulai menjadi gadis yang bangkit kembali,ia melewati hari-harinya sekarang sesuai dengan tuntunan islam,ia sudah menghilangkan kebiasaannya dahulu,ia menganggap masanya dulu adalah masa jahil ,dan sekarang ia berusaha mengajak sahabatnya untuk berhijrah,alhasil sebagian temannya juga berhijrah.
****
Putra yang menunjukkan semuanya untukku,batin Anissa ketika hendak menutup matanya untuk beristirahat.
****
Assalamualaikum,anissa"sapa Putra"
Walaikumsalam,"Jawab anissa
Oiya anissa besok ada rapat BEM,aku harap kamu bisa membantuku dalam presentasi proyek yang telah kita rancang,setelah kamu presentasi kamu lanjutkan meeting bersama mentri pendidikan terkait program Beasiswa ke Jepang,mohon maaf besok aku harus pulang ke Jember,ada acara yang tidak bisa saya tinggalkan.Tegas Putra sembari memberi isyarat agar Anissa tidak menolak.Alhasil Anissa hanya bisa mengangguk dan Putrapun berpamitan padanya.
****
Rapat BEM berjalan dengan lancar,setelah itu Anissa melanjutkan meeting dengan Pa Mentri,ia dikagetkan dengan acara itu,gimana tidak ia bisa bertatapan lansung dengan Rahman yang sedang meeting juga terkait Beasiswa itu.Pertanyaan berkelana dalam batin mereka masing-masing.
Anissa ya,oh anti ikut acara ini juga,alhamdulilah semoga kita bisa sukses dan berhasil dengan proposal kita,Rahman mencoba untuk ramah.
Anissa hanya mengamini saja,karena ia masih bingung dengan semua yang diatur Putra untuknya.Anissa dicalonkan kandidat yang akan berangkat dari Fakultas HI untuk menerima beasiswa di Jepang,kenapa bukan Putra sendiri,bukankah ia yang selalu bercerita dengan semangat akan berangkat ke Jepang jika telah menyelesaikan S1nya,Kenapa dengan Putra????
****
Sesampai dirumah ia dikejutkan dengan bungkusan yang tersimpan diranjang tempat tidurnya,setelah melihat pengirimnya Anissa.Anissa menangis penuh haru.
****
"Dear Sahabatku juga adikku sayang"
Anissa afwan ana selama ini tidak bisa banyak berbuat untuk antum,maafkan ana yang merebut kebahagian milikmu,ana tidak tahu harus memulainya darimana,tapi asal kamu tahu Anissa aku sayang sama kamu....aku selalu ingin merangkulmu ketika kamu menangis,ketika kamu sakit,ketika kamu tertatih bangkit dari keterpurukan yang menimpamu saat ibumu meninggal.
Tapi aku tak bisa melakukannya,aku ingin sekali,
Anissa aku adalah kakakmu,aku adalah anak pertama dari Papa Hadi Diningrat,kita saudara sedarah,namun sayang kita tidak bisa saling berbagi karena ada sekat yang belum mampu aku robohkan,papa selalu menghalangiku,ketika aku selalu berusaha membicarakan hal ini denganmu,papa khawatir kamu akan marah besar dan shok,Papa sangat menyayangimu,inilah bentuk kasih sayang yang nampak yang masih kusimpan,papa selalu membelikan baju untukmu,setiap ia membeli baju untukku.Mamaku selalu bercerita tentangmu dan tentang Ka Ratna,Mamaku juga meminta maaf atas semua kejadian ini,aku tahu mamaku salah karena menutupi kejadian ini,Anissa mamaku terlebih dahulu menikah dengan Papa,tapi karena mama divonis tidak akan melahirkan keturunan oleh dokter,akhirnya papa di suruh menikah lagi oleh eyang,Mama pada saat itu mempersilahkan papa menikah dengan ibumu,dan alhasil papa punya anak pertama yaitu ka Ratna,selang 5 tahun mama hamil dan melahirkanku,tapi ternyata seorang adik cantik terlahir setelah aku berusia 2 tahun.Papa ,mama,dan ibumu juga menjalin hubungan kekeluargaan yang baik,aku masih ingat ketika ibumu berbagi kain dengan mamaku,aku juga masih ingat ketika eyang mengusir kami dari kediaman, ibumu yang menangis sedu sedan dipintu dan memohon dengan bersujud kepada eyang agar eyang tidak mengusir kami,tapi sayang eyang, tetap mengusir kami karena Aku cucu laki-laki yang menurutnya akan membawa sial tidak boleh hidup dikediaman Diningrat,karena menurutnya hal itu akan menjadi Aib keluarga besar.Aku adalah Putra Hadi Diningrat kakakmu Anissa,Aku harus berpisah denganmu dan menghilangkan identitasku yang sebenarnya,hanya karena aku terlahir menjadi seorang yang mempunyai penyakit leukimia.Aku tak pernah menyesal,karena meskipun aku harus berpisah dengan eyang dan adikku juga kakakku,tapi aku masih bisa melihat kalian dari kejauhan.Anissa ketika ibumu sakit beliau terkena sakit leukimia sepertiku,dan bukan karena mamaku seperti yang ka Ratna tuduhkan,aku masih ingat ketika ibumu datang kekediaman dan memelukku dengan erat dan berkata padaku"putraku nasibmu sama dengan ibu"saat itu aku ga paham,aku hanya tersenyum getir tak paham.Ibumu meninggal bukan karena Papa yang meninggalkan beliau tapi saat itu praduga begitu terdukung bukti,karena pada saat itu papa sedang mengajak ketemuan adiknya mama,yaitu tante tina ,papa hanya ingin menyerahkan deposit keuangan yang disediakan untuk biaya kuliahku.Tapi rupanya ka Ratna melihat pertemuan itu dan menyangka papa selingkuh dan memberi tahu ibumu bahwa papa selingkuh,kemudian sakitnya ibumu makin bertambah parah.dan pada akhirnya ibumu meninggal dunia.Anissa begitu singkat ceritanya.Semenjak ibumu meninggal ka Ratna mengusir papa keluar dari rumahmu,dan sekarang papa ada di Jember dirumahku,andai saja kamu berkenan datang kerumah kami datanglah,semoga kamu faham dengan semua yang kupaparkan.Anissa aku mohon sama kamu agar kamu memberi pemahaman kepada ka Ratna tentang hal ini,aku ingin ketika kumenghadap Illahi semua beban dan tanggunganku sudah selesai.Anissa aku minta maaf jika ini menyakitkan bagimu,tapi yakinlah ini semua kita lakukan hanya karena kita tidak menginginkan kamu terguncang hebat.Anissa itu saja surat dari ku,aku sayang sama kamu,papa,mama selalu menanti ka Ratna dan Anissa dirumah,karena ibumu selalu menitipkan kalian pada mama.Oya adikku sayang Ka Putra sudah menyiapkan kado terindah untukmu,bukankah hari ini adalah hari ulangtahunmu,semoga kado beasiswa ke Jepang adalah kado terindah untukmu dan jika berkenan ka Putra sudah pernah membincangkan tentang kamu ke Rahman,dan jika tidak ada halangan insyaAllah sebelum ke Jepang Rahman akan menghitbahmu,semoga kamu tidak menolaknya,ka Putra tahu betul adik ka Putra menyimpan perasaan,afwan ya kalau Ka Putra salah,tapi semoga saja itu adalah sebagian doa ka untuk adik ka tersayang.
"Kakakmu Putra Hadi Diningrat"
Setelah membaca surat yang dikirim Putra ,Anissa lansung menuju kamar kakaknya,dan ketika hendak kekamar kakaknya,ternyata kakaknya Anissa ada diruang makan sedang makan malam bersama suaminya,Anissa lansung menyerahkan surat yang ia terima dari Putra kepada kakaknya,kakaknya lansung membacanya dan ia menitikkan airmata yang tiada hentinya.
"maafkan ka Ratna ,Anissa sayang ka ratna sudah mengetahui hal ini satu tahun yang lalu semenjak ibu meninggal tapi kakak tidak berani menjelaskan hal ini sama kamu karena kakak tak sanggup bercerita setiap kakak melihat gurat kesedihanmu ketika kamu shok ditinggal ibu.Maafkan kakak."sedu ratna
Anissa hanya tertunduk dan merangkul ratna dengan dekapan erat,"maafkan Anissa ka"Anissa memohon maaf pada ratna,Anissa menyadari sungguh betapa orang disekelilingnya menginginkan yang terbaik untuknya.
****
Suara telpon rumah Anissa berdering,diseberang sana memberi tahu bahwa Putra Hadi Diningrat telah meninggal dunia.Anissa serasa disambar petir,ia dan kakaknya lansung menuju Jember untuk melayat sekaligus sebagai pertemuan terakhir dengannya.
****
Pemakaman berlansung dengan hidmat,seluruh mahasiswa UI saat itu berduka karena seorang ketua BEM meninggal dunia dengan sangat tiba-tiba.
Akhirnya keluarga besar Anissa bersatu kembali,semua ini berkat Putra.
**** 3 tahun kemudian
Anissa telah lulus dari S2 nya di Jepang dan telah menikah dengan Rahman seorang lelaki yang selama ini menjadi penata hatinya,yang selama ini menjadi teman sejatinya selama di Jepang,karena sebelum berangkat ke Jepang sesuai wasiat dari Putra untuk Anissa agar ia tidak menolak ketika Rahman mengkhitbahnya.Anissa masih saja mengenang semua pelangi hidupnya,dan ketika berziarah dikubur kakaknya itu ia menguraikan rasa terima kasihnya karena ia telah memberikan tumpukan mutiara dalam kehidupannya,dalam bathinnya Anissa berbisik,
"makasih ka Putra,karena ka Putra telah merubah Anissa yang jahil yang jauh dari perintahNYa,dan telah memberikan kado terindah buat Anissa,juga telah mempertemukan Ka Rahman pada Nissa,makasih ka,Anisa bisa seperti saat ini berkat Ka Putra,ka Putra yang menuntun Nissa dan ka Ratna kepada JalanNya,terima kasih ka Putra....."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar