MenJadi Akhwat Luar Biasa

MenJadi Akhwat Luar Biasa
Semoga bermanfaat

Jumat, 11 Februari 2011

Laporan Kunjungan Ke SidoarJo

 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam belajar, kemampuan orang menerima pelajaran 1% melalui indra perasa, 3,5 % melalui indra penciuman, 11% melalui indra pendengaran dan sebanyak 83% melalui indra penglihatan. Karena itulah kami mahasiswa TPK.TPL hendak mengadakan karya wiasata ke sentra usaha di Kabupaten Sidoarjo guna membantu kami dalam pemahaman mengenai metode dan teknik penyuluhan,khususnya metode yang digunakan oleh penyuluh yaitu metode kunjungan dan karya wisata.Kunjungandan karya wisata ini dimaksudkan agar kami dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi riil industry khususnya usaha kecil menengah,yang dapat  dimanfaatkan untuk menambah cakarawala kita sebagai calon penyuluh dan agar  kami dapat membandingkan hasil kegiatan tersebut dengan apa yang diproleh pada materi kuliah kami. Produk-produk IKM kulit dan alas kaki Jatim diminati para pengunjung pameran industri sepatu, kulit, dan produk kulit. Kondisi ini juga terlihat dari penjualan produk yang laku keras dipasar local.
BPIPI yang sebelumnya dikenal dengan Indonesian Footwear Service Centre (IFSC) didirikan tahun 2003 dan merupakan unit pelayanan teknis yang didirikan guna menunjang kebijakan industri alas kaki. Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain memberi pelayanan teknologi antara lain berupa penjahitan sepatu dan pelatihan desain sepatu , pelayanan menajemen dan pelayanan jasa konsultasi.
B.     Maksud dan Tujuan
1.      Maksud
Maksud dari kegiatan kunjungan dan karya wisata ini adalah untuk mengaplikasikan teori yang kami peroleh dari materi metode dan teknik penyuluhan .
2.      Tujuan
Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini antara lain :
a)      Membantu proses perkuliahan khususnya materi kunjungan dan karya wisata.
b)      Memperluas pengetahuan tentang metode dan teknik penyuluhan Mahasiswa TPL Khususnya Prodi  TPK.TPL.
c)      Untuk lebih memahami bagaimana cara dan teknik penyuluhan .
d)     Untuk melihat dan membandingkan teknologi yang ada dan sudah berhasil diterapkan di Sidoarjo
e)      Agar ATK dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

C.    Metode Pengumpulan Data
Metode dan pengumpulan data yang kami peroleh adalah dengan cara :
a)      Ceramah
Ceramah ini disampaikan oleh direktur BPIPI dan Ketua INTAKO,pemaparan tentang BPIPI dan INTAKO dijabarkan secara runtun oleh mereka.
b)      Diskusi/Tanya jawab
Kegiatan diskusi dan Tanya jawab dilakukan setelah pemaparan dari direktur BPIPI dan ketua koperasi INTAKO


BAB II
MATERI DAN PEMBAHASAN
A.    Tinjauan Umum
1.      BPIPI
1)      Identitas
Di awali gagasan APRISINDO mendirikan sebuah lembaga yang memberikan pelayanan industri persepatuan.Melalui sidang CGI pada tahun 1996 Pemerintah Italia bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia mengalokasikan sejumlah dana untuk mendukung rencana pendirian Pusat Pelayanan Persepatuan Indonesia (Indonesian Footwear Service Center/IFSC) tersebut. Pusat Pelayanan Industri Sepatu/Indonesian Footwear Service Centre (IFSC) yang berlokasi di Tanggulangin, Kab. Sidoarjo telah berganti nama menjadi Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) ,alamat BPIPI di komplek pasar wisata Kedensari Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur

2)      Sejarah
Pembentukan UPT – BPIPI Dengan persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara RI, maka dengan Peraturan Menpan RI nomor PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi UPT di Lingkungan Kementerian dan Pemerintah Non Kementerian  serta pengelolaan aset harus dibawah koordinasi pusat atau pengelolaan single aset.
Tanggal 19 Desember 2008, usulan pembentukan UPT disampaikan Menteri Perindustrian RI kepada MENPAN RI.   
Tanggal 23 Desember 2008 melalui Peraturan Menteri Perindustrian RI nomor 103/M-IND/PER/12/2008 perihal Organisasi dan Tata Kerja BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia) sebagai  UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang langsung dibawah tanggung jawab Departemen Perindustrian RI cq Ditjen IKM yang secara struktur setingakat Eselon III a.
IFSC / BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia) beroperasi sejak 3 November 2003. Lembaga tersebut merupakan proyek di bawah koordinasi Ditjen Industri Kecil Menengah Departemen Perindustrian, dengan tugas dan fungsi melaksanakan layanan pengembangan usaha IKM alas kaki/persepatuan Indonesia. Melalui peningkatan ketrampilan diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk persepatuan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri
3)      Tenaga kerja
Tanggal 23 Desember 2008 melalui Peraturan Menteri Perindustrian RI nomor 103/M-IND/PER/12/2008 perihal Organisasi dan Tata Kerja BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia) sebagai  UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang langsung dibawah tanggung jawab Departemen Perindustrian RI cq Ditjen IKM yang secara struktur setingakat Eselon III a.
Tenga kerja yang terdapat di BPIPI adalah perangkat Pejabat Baru Kepala Balai Ibu Ir. E. Ratna Utarianingrum, MSi,Ka Sub Bag TU Bapak Eddy Waluyo, SE, Ka Diklat dan pengembangan Bapak Haryono, BK Tek, ST, Serta Ka Desain Bapak Totok Marjiyanto, ST. mengintensifkan latihan peningkatan ketrampilan produksi sepatu bagi industri kecil menengah (IKM) maupun karyawan dari perusahaan sepatu skala menengah besar dari anggota Aprisindo Jawa Timur.
Program pelatihannya berupa teori dan praktek, karena BPIPI didukung beberapa tenaga ahli dan peralatan cukup canggih untuk memproduksi sepatu.adapun pengukuran tenaga kerja di BPIPI adalah sebagai berikut :
4)      System pembayaran
System pembayaran bagi tenaga kerja yang ada di BPIPI adalah sepenuhnya pembiayaan ditanggung oleh pemerintah khususnya kementrian perindustrian dan sebagian diperoleh dari pendapatan dari hasil pembayaran seperti diklat dan pengujian-pengujian lainnya
5)      Pemasaran
Pemasaran yang dilakukan oleh BPIPI yaitu membantu para pengrajin/pengusaha alas kaki sesuai dengan :
·         V I S I
Mewujudkan Pusat Pelayanan yang Profesional Menuju Industri Persepatuan Berdaya Saing Global
·         M I S I
§  Memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan
§  Memberikan bantuan konsultasi teknis dan manajemen
§  Mengembangkan pusat desain persepatuan
§  Memberikan informasi teknologi dan promosi persepatuan
§  Memberikan pelayanan pengujian mutu / sertifikasi
·         TUJUAN
Meningkatkan daya saing industri persepatuan

·         SASARAN STRATEGIS
§  Terciptanya SDM persepatuan yang kompeten
§  Meningkatnya mutu produk sepatu dalam negeri
§  Terciptanya desain-desain yang inovatif
§  Terwujudnya sepatu sebagai produk unggulan nasional
§  Tersedianya sertifikasi hasil uji mutu produk sepatu
6)      Organisasi
2.      Koperasi INTAKO
a)      Identitas
Koperasi INTAKO adalah koperasi yang bergerak di bidang tas dan koper,dan anggota yang bergabung pada saat ini sekitar 310 anggota.Untuk menjadi anggota INTAKO harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh INTAKO.
b)      Sejarah
INTAKO keberadaannya dimulai pada 7 april 1967 dan yang melatarbelakangi pendiriannya adalah banyaknya pekerja pada waktu itu yang freeland dan semangat kewirausahaan pengusaha tas dan koper di Tanggulangin.
c)      Tenaga kerja
Tenaga kerja di INTAKO adalah kebanyakan pengurus dan anggota koperasi INTAKO sendiri,tetapi ada sebagian yang diambil dari masyarakat setempat
d)     System pembayaran
Adapun system pembayaran yang diterapkan di INTAKO ada 3 macam yaitu :
a.       System Quota yaitu system pembayaran berdasarkan quota dan langsung tunai
b.      System kongsinasi yaitu system menitipkan uang dengan menitipkan barang minimal 500 buah,dan pembayarannya dilakukan setiap tanggal satu dan dua.
c.       System maklun adalah system berdasarkan order
e)      Organisasi
Organisasi ini didirikan dengan tujuan untuk :
ü  Mensejahterakan anggota dan lingkungan pada umumnya
ü  Menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran

Landasan dasar INTAKO ini adalah system perekonomian yang berasaskan kekeluargaan
f)       Pemasaran
Proses pemasaran untuk saat ini masih daerah pulau Jawa,dan pemasaran ini bisa lumayan lancar berkat bantuan pemerintah Sidoarjo pada khususnya dan kementrian perdagangan dan kementrian perkoperasian pada umumnya
B.     Proses dan Produksi
1.      BPIPI
BPIPI awalnya mengadakan proses dan produksi tetapi sekarang hanya bergerak sebagai wahana untuk mewujudkan Pusat Pelayanan yang Profesional Menuju Industri Persepatuan Berdaya Saing Global,dengan mengandalkan misi sebagai berikut :
·         Memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan
·         Memberikan bantuan konsultasi teknis dan manajemen
·         Mengembangkan pusat desain persepatuan
·         Memberikan informasi teknologi dan promosi persepatuan
·         Memberikan pelayanan pengujian mutu / sertifikasi


2.      Koperasi INTAKO
INTAKO pada mulanya memproduksi tas-tas untuk belanja kemudian lama kelamaan membuat tas untuk ibadah Haji tapi untuk saat ini tas  untuk ibadah haji tidak dibuat oleh INTAKO lagi,tapi pada saat ini sudah merambah kepada berbagai produk,dimulai tas,koper,handycraft,alas kaki dan masih banyak lagi yang lainnya.Adapun bahan baku yang digunakan di INTAKO sendiri beraneka macam mulai dari kulit,vinil,plastik dan karet.Untuk teknologinya sudah canggih karena selain itu juga produk yang dipasarkan telah diuji di Laboratorium BPIPI.



BAB III
MASALAH DAN PEMBAHASAN
A.    Masalah
1)      BPIPI
Masalah yang paling mendasar yang terjadi di BPIPI adalah adanya bencana lumpur LAPINDO tetapi selain itu juga ada beberapa hal yang dapat mengancam keberlangsungan Industri alas kaki sendiri yaitu :
a)      Produk Ilegal di pasar lokal
b)      Pasar Bebas ASEAN – CHINA
c)      Kurangnya dukungan dari industri pemasok (integrasi antara industri hulu dan hilir)
d)     Pangsa pasar produk berorientasi pasar lokal akan semakin terancam oleh produk China yang murah
e)      Daya saing industri besar dan sentra IKM alas kaki dengan pasar lokal semaki
2)      INTAKO
Adapun permasalahan yang dihadapi INTAKO adalah :
·         Kompetitip persaingan dari china
·         Kurangnya promosi
·         Ketika ada pesanan banyak dan modal sangat kecil
·         Kenaikan BBM
·         Adanya bencana alam lumpur LAPINDO


B.     Pembahasan
1.      BPIPI
Kementerian Perindustrian berencana menjadikan Jawa Timur sebagai sentra industri kulit di Indonesia dan merevisi peraturan yang dianggap menghambat usaha kecil menengah untuk berkembang.Sehubungan Industri kulit di Jatim akhir-akhir ini lesu karena akibat banyaknya produk-produk Cina yang masuk dengan harga lebih murah.Pemerintah pusat,akan dengan senang hati menerima investor asing untuk masuk ke Jatim dan menjadikannya sebagai mitra kerja.Hal ini dimaksudkan agar pemerintah dan pelaku industri kulit di Jatim untuk meniru teknologi dalam percepatan industri.Tujuannya nanti ke depan Indonesia juga ingin menguasai pasar produk alas kaki seperti produk sepatu yang mampu kompetitif di tingkat nasional dan internasional.
Selain itu pula pemerintah dan pihak BPIPI berusaha membaca berbagai peluang yang timbul sehingga dengan peluang tersebut masalah yang teengah dihadapi BPIPI dapat terselesaikan meski tidak secara instan melainkan butuh perjuangan yang tinggi.Adapun peluang yang Pihak BPIPI manfaatkan adalah :
·         Pangsa pasar ekspor Indonesia semakin luas dan meningkat
·         Kebijakan Pemerintah tentang CINTA PRODUK INDONESIA
·         Investasi yang masuk/domestik semakin besar
·         Penyerapan tenaga kerja semakin besar
·         Pemberdayaan ekonomi lokal/sekitar pabrik
·         Tumbuhnya peluang industri pendukung (Pengepul jahit, aksesoris, dan lain-lain)
·         Masuknya teknologi produksi baru untuk peningkatan kualitas produk

2.      INTAKO
Adapun masalah yang dihadapi INTAKO saat ini hampir sama dengan yang dihadapi BPIPI.Ketika harga yang ditawarkan jauh lebih mahal dari produk cina namun produk INTAKO sendiri memiliki keistimewaan yaitu mementingkan kualitas dari produk.
Kualitas produk yang dihasilkan di INTAKO juga cendrung monoton sehingga untuk meningkatkan nilai jualnya perlu diadakan pelatihan-pelatihan desain yang unik serta kreatif,selain itu pula INTAKO sendiri harus lebih meningkatkan promosinya agar produknya juga dikenal masyarakat luas,dan mengurus HAKI agar hasil ciptanya tidak diakui oleh orang lain lagi.INTAKO harus terus meningkatkan karyanya dan membuat suuatu karya yang mempunyai cirri khas,sehingga produk INTAKO tidak dapat dipalsukan,dan konsumen yang memakaipun akan lebih mencintai produk INTAKO.Selain itupula INTAKO harus pandai-pandai memanfaatkan peluang tentang kebijakan pemerintah tentang CINTA PRODUK INDONESIA.

KuliahKu bersama SahabatKu


Inilah salah satu sahabatku dikampus,dia seorang gadis yang cantik,pinter,dan masih segudang ciri-ciri yang ga bisa de sebutin,
De manggil dia yuki...mudah2n di cepet sukses...
Nangis bareng pernah.....
tertawa bareng paling sering...
Belajar di Mushala ampe kebablasan tidur juga pernah ....
aku selalu berdoa yang terbaik untuknya.....kendatipun jujur aku tak pernah tahu bagaimana dia padaku.....
Tapi aku sudah menganggapnya keluarga ya dia selalu ada untukku dia adalah Yuki ANindya Puri
satu Lagi sahabat dekatku adalah Yuni Mitasari,yah dia adalah temen sekelasku yang baik pinter dan cantik abis.......aku sayang dia dan selalu berusaha memberi yang terbaik untuknya karena aku tulus menyayanginya
Yah mereka adalah sahabat-sahabatku......
aku nanti pasti kangen mereka nanti...
Ketika kuluus dari ATK.....dan pulang ke Sukabumi
Aku sayang kalian

SENdiriku..................................

aku hanya ingin belajar mengenalMu dengaan sempurna.....
meskipun hidup terkadang tidak berpihak padaku
Tapi inilah aku ......
Aku ingin menjadi gadis yang menjadi istri seorang pemimpin yang bijaksana yang menyerahkan hidupnya dan cintanya Hanya untukMU Rabb
Tapi setiap ku menatap atap kamarku aku selalu membayangkan wajah-wajah keluarga
Ku lihat gurat-gurat wajah umi dan bapak
Yang selalu merinduku
Kutatap Wajah tetehku yang sudah mulai tirus karena ikut membanting tulang untuk membantu adik-adiknya yang masih membutuhkan uluran tangannya...Kuingat wajahnya putih penuh dengan bulir-bulir kebanggaan yang tidak ada kiranya karena adik-adiknya bisa masuk MAN PLARA....
Kutatap gadis yang sedang terdiam didekat pintu kamarku ternyata itu adalah adikku yang baru lulus MAN yang harus membanting tulang untuk membiaya hidupnya dan menghindari kehidupan desa yang selalu rentang dengan cemoohan dan kritikan "hah Lulusan MAN nganggur"mending anak saya jadi babu...yah itu yang selalu kudengar dari adikku itu ketika sewaktu-waktu ia menelpon kakaknya yang sedang belajar ini.....
Hem semakin teriris saja hatiku mengingatnya.....
Ah ini adalah adikku yang ramping dan tidak pernah gemuk rupanya Aah yang baru masuk MAN Ya ALlah dia begitu tinggi melebihi kakaknya dan telah tumbuh menjadi gadis yang cantik.....dia adikku Ya Allah aku kangen dia.....kangen ketika aku harus nangis ketika menyuruhnya memakai jilbab,sekarang dia telah tumbuh menjadi akhwat yang pantang menyerah ya dia adikku....dia juga bisa menjadi gadis yang tegar meski ia harus tumbuh dengan segala keterbatasan aku sayang kamu Aah....
Kenapa diujung sana ada 3 jagoan yang seedang bermain bola,subhanallah itu 3 jagoan milik umi bapak,dan dia adalah adikku...
Aku adalah harapan kalian........aku harus memberikan sesuatu untuk kalian semua
aku selalu mengingat kalian semua...
kesendirianku saat ini bisa bertahan dan selalu terasa lebih indah karena kalian selalu menghias dalam hari-hariku...
Aku akan segera menyelesaikan masa studiku sesuai harapan kalian.......

Selasa, 08 Februari 2011

kecewaku....




haRi inni benar-benar membuatku kecewa abisssss,sudah hampir 20 hari tidak menyentuh laptop dan dunia maya lainnya....pas dibuka malah ngehaenk.....pengen nangis.....
mana praktikum belum kelar-kelar lagi....
kajian ma anak2 binaan jadi keteteran
Ko aku saat ini ga bisa bagi waktu ya Allah
Ya allah Bagaimana hasil ujian semester kali ini
mudah2n bukan kecewa yang ku peroleh
meski akhir2 ini begitu banyak kekecewaan yang kulihat dan kurasakan

Jumat, 07 Januari 2011



Urgenitas Dakwah kampus
Menghadapi fenomena yang sedang terjadi saaat ini khusunya dikampusku tercinta,dengan berbagai kejadian yang menimpa rasanya sangat aneh jika ku sebagai muslimah membiarkan semua tanpa ada usaha untuk memperbaikinya.Kubukanlah orang yang terlahir sempurna melainkan orang yang tak luput dari kekurangan tetapi mempunyai sedikit kelebihan,ku tak ingin mencari kesempurnaan namun ku hanya menanti untuk selalu mendapat Ridha dari tuhan atas apa yang aku lakukan.
Manusia tak bisa melakukan sesuatu tanpa ilmu,dan ilmu tak akan datang menghampiri selain kita yang berusaha untuk menggapainya,makanya rasanya suatu kewajiban bagi kita untuk tetap menuntut ilmu,baik ilmu agama maupun umum.Untuk ilmu umum rasanya tak ada masalah karena kita khususnya mahasiswa sudah pastinya akan berusaha mencapai SKS yang telah di tentukan oleh Akademik untuk menunjang karier kita,tetapi yang miris adalah ilmu agama yang mana ilmu agama hanya didapat 2 SKS saja dalam jumlah 210 SKS.Betapa sedikit ilmu agama yang kita peroleh,padahal sudah kita ketahui bahwa ketika kita ingin mencapai kehidupan yang indah wajib dibarengi dengan Ilmu agama.
Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ilmu agama adalah dengan mengikuti lembaga dakwah kampus.lembaga Dakwah Kampus merupakan salah satu bagian dari dakwah secara umum. Dakwah kampus mengkhususkan dirinya untuk bergerak dalam sebuah miniatur masyarakat kecil yang bernama masyarakat kampus. Oleh karena itu dalam menjalankan roda dakwahnya, Dakwah Kampus memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan dakwah di wilayah lain. Dengan kata lain, pola Dakwah Kampus tentu akan berbeda dengan pola di Dakwah Remaja Masjid, atau pada Dakwah di Perkantoran, dan sebagainya.Untuk mencapai tujuan di atas, ada beberapa sasaran antara yang harus dicapai terlebih dahulu. Sasaran tersebut antara lain :

1. Terbentuknya lingkungan yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas. Hal ini berarti dakwah kampus memerlukan sebuah lingkungan kecil yang senantiasa dapat terus men-charge ruhiyah para
kadernya di tengah-tengah aktivitasnya di kampus. Sarana untuk itu adalah tarbiyah yang berkesinambungan untuk para kader dan yang didakwahkannya.
2. Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin. Sarana-sarana syiar untuk ini cukup banyak, misalnya majalah, perpustakaan, peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Barangkali bisa kita diskusikan mengenai hal ini dalam kajian tersendiri.
3. Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah. Untuk itu, tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipastikan berjalan. Ini membutuhkan sebuah lajnah yang dapat mengawasi itu dalam jangka panjang.
4. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.

Demikian definisi dasar dan tujuan dakwah kampus. Semoga dapat menjaga orisinalitas dakwah kampus di tengah-tengah proses perubahan yang semakin cepat.
Adapun alasan kenapa dakwah kampus menjadi hal yang urgen salah satunya mentoring adalah karena saya yakin  Mereka yang mengikuti tarbiyah akan memiliki kekokohan prinsip, kesahihan ibadah dan kemuliaan ahlaknya. Ada suatu ungkapan dari seorang ulama tentang Mentoring, beliau mengungkapkan “ada hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan dilautan, tapi bisa kita dapatkan disungai yang kecil” artinya mentoring memang majelis ilmu dengan lingkup yang kecil, tapi ketika kita mengikuti mentoring maka kita bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan pada saat mengikuti ta’lim, tabligh, seminar atau ceramah umum lainnya. Didalam mentoring agenda-agenda seperti: tilawah, saling men-tausiyahi, penyampaian materi keislaman, saling me-muhasabah, diskusi (share) serta saling memelihara nilai-nilai ukhuwwah. Itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa para da’i kampus harus mengikuti tarbiyah ruhiyah dengan sistem mentoring tersebut. Selain itu, mentoring juga memiliki orientasi yang jelas sebagai sarana islah/perbaikan diri (ibda bii nafsi) dan metode efektif untuk Islamisasi masyarakat (da’wah sya’bi).
Dakwah kampus ini mempunyai urgensi yang sangat besar. Dakwah Kampus bukan aktifitas organisasi biasa, ini adalah bagian dari pembangunan peradaban. Sehingga Kita perlu serius dalam mengerjakan dakwah kampus ini. Semakin banyak mahasiswa yang tercerahkan akibat dakwah yang dilakukan, maka akan sangat bermanfaat untuk perbaikan bangsa ke depannya. Untuk itu perlu kiranya kita juga memahami tujuan dakwah kampus, yakni :
1.      Suplai alumni yang berafiliasi terhadap Islam, bagaimana dakwah kampus mampu mensuplai dan mencetak alumni yang punya afiliasi terhadap Islam. Paramater afiliasi disini adalah seorang tidak menolak kebaikan dan menolak kemungkaran, serta tidak menentang ajaran Islam. Suplai alumni ini tentu tidak sekedar alumni biasa saja, akan tetapi sangat diharapkan alumni yang berkompeten dalam keilmuannnya. Perlu diingat bahwa dakwah kampus tidak melahirkan sosok ustadz atau kiai, akan tetapi dakwah kampus diharapkan dapat melahirkan sosok teknokrat muslim, cendikiawan muslim, ilmuwan muslim , desainer muslim, seniman muslim, pengusaha muslim, dan sosok intelektual muslim lainnya. Sehingga tak dapat dipungkiri lagi, penguasaan terhadap ilmu yang ditekuni di program studi menjadi mutlak harus dikuasai oleh setiap muslim.
2.      Transformasi masyarakat menjadi masyarakat madani. Perbaikan masyarakat kampus dengan pembinaan di segala bidang, dengan harapan dapat membentuk masyarakat madani. Untuk membangun masyarakat madani di masyarakat luas, dapat dimulai dengan membangun masyarakat madani pada tingkat kampus. Seperti yang kita ketahui bahwa kampus adalah miniatur dari kehidupan nyata. Dengan segala realita dan heterogenitas yang ada di dalam kampus. Kampus telah berkembang menjadi laboratorium mini bagi para pemimpin masa depan bangsa. Maka banyak yang berkata, “ketika Anda bisa memimpin mahasiswa di kampus Anda, maka Anda bisa memimpin negara”. Mungkin tampak hiperbola, akan tetapi begitulah realita, maka jika saat ini para aktifis dakwah kampus semakin berkurang militansinya dan semakin rapuh kesolidan sebagai satu jamaah. Maka bisa jadi ini menjadi representasi dan kehidupan masa depan. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat serta ekskalasi gerakan yang jelas menuju kampus yang madani perlu di rumuskan segera mungkin oleh kita agar jelas platform dakwah kampus di kampus kita ini.
3.      Penyedia unsur-unsur perbaikan negara, yakni bagaimana dakwah kampus mampu mempersiapkan para mahasiswa untuk masuk ke salah satu dari sektor sosial ( publik, swasta, masyarakat ). Dimana ia tidak hanya disiapkan secara kompetensi, akan tetapi juga disiapkan secara pemahaman dakwah. Sehingga perbaikan negara dapat dilakukan secara bottom up. Pada akhirnya memang dakwah kampus dituntut untuk dapat memberikan alumnus terbaiknya dalam rangka perbaikan bangsa. Disini menjadi penekanan adalah bagaimana setiap individu aktifis dakwah kampus memiliki visi yang jelas terhadap kehidupannya dan masa depannya sejak dini. Akan jadi apa, bagaimana mewujudkannya dan kapasitas diri apa saja yang perlu disiapkan untuk mewujudkan cita tersebut sebisa mungkin disiapkan sejak masih tingkat awal atau tingkat 2 perkuliahan. Sehingga, ia benar benar matang dalam persiapan dan dapat menjadi sosok yang memang tepat bagi profesi yang akan ditekuninya kelak. Semua ini bisa dimulai dengan membuat pengelompokan keprofesian diantara para mahasiswa yang memiliki cita cita sejenis.
Dengan memahami urgensi serta tujuan dakwah kampus ini, diharapkan setiap aktifis dakwah mengetahui tujuan turunan dari dakwah yakni dakwah kampus itu sendiri dengan baik.. Mungkin, tak banyak yang mengira bahwa hal kecil yang dilakukan di dakwah kampus akan sangat berdampak pada perubahan yang terjadi di masa yang akan datang. Seorang aktifis dakwah kampus yang memiliki pemahaman ini akan memiliki energi lebih dalam bergerak, ia tidak bergerak dengan pemahaman yang teknis saja, akan tetapi ia akan memahami peran strategis yang ia akan jalankan berdasarkan pemahaman terhadap gambaran besar dakwah kampus ini.
Itu goresan kata dari saya mohon maaf banyak salahnya……..