MenJadi Akhwat Luar Biasa

MenJadi Akhwat Luar Biasa
Semoga bermanfaat

Selasa, 12 April 2011

Dalam Ibamu

Andai jemari ini masih pantas menguntai kata
Akan kurangkai kalimat terindah buatmu
Kemilau mutiara
Tak mampu merajut asaku saat ini
Temaram hati memendam gundah
Lilin yang kerlap-kerlip menyibak asa yang tak lekang oleh waktu

Baterai hidup ini mulai soak
Jasad ini meretas kesakitan
Persendian menangis meminta penyanggah
Ya......
Dalam iba ku masih terpekur
Dalam sedih kumasih tersenyum
Dalam lara ku masih sengit menahan marah
Hanya karena ibamu.....

Hanya kekuatan yang kau tebarkan untukku
yang mampu memintal benang-benang kehidupanku
merajut asa dalam harap...
Menanam mimpi yang lepas landas
Merebak sayap yang tak berbekas....
ya .....
Hanya ibamu menjadi kekuatan......

Senin, 04 April 2011

Milad ke 21

Ditengah kondisiku yang sedang rapuh,ku tak kuasa menahan tangisku karena tuhan masih memberi kesempatan bagiku untuk menguraikan kata-kata,merangkai mimpi dan merajutnya dalam kilang hidup yang penuh makna.
Denting jam berbunyi 12 kali ya itu tepat jam 00.00 pas saat itu aku ditelpon oleh orang yang mungkin peduli padaku,tapi sayang ternyata aku lebih menunggu sang bunda membangunkanku dan mengecup keningku selanjutnya mengajakku bersujud syukur karena usiaku telah bertambah,tapi ternyata harap hanya tinggal harapan saja,aku baru tersadar kalau aku dan sang bunda terpaut jarak yang lumayan jauh,ibuku mungkin lagi berdoa diujung kampung yang damai dan asri untuk sang gadis yang sedang di perantauan,saat itu aku ingin sekali menghubunginya untuk meminta maaf atas segala kehilapan yang telah hamba perbuat padanya,tapi sayang ibu tidak memiliki telepon gengam keinginanku hanya tinggal keinginan saja kembali.Aku menangis sedih saat itu,aku rindu padamu Bu,aku sayang padamu Bu.
Ucapan selamat dan doapun berhamburan dari mana-mana.dan kadopun berdatangan dari sahabat-sahabatku.
Thanks temen-temen udah memberikan pelangi di miladku.....

Ya Rabb ......
Tak terasa ternyata aku telah berusia 21 tahun
Entah berapa banyak dosa yang kuperbuat
Sungguh aku manusia yang hina dan kerdil
Tapi aku sadar
Hanya Engkau pengampun dari segala dosa
Ampuni dosaku Ya Rabb
Ya Rabb....
Aku hidup dengan segala nikmatmu
Jadikanlah aku sebagai makhluk yang pandai bersyukur atas segala nikmat darimu
Ya Rabb...
Aku adalah makhlukmu yang sering mengumbar amarah dan nafsu
Bimbinglah hamba untuk menjadi mahlukmu yan sabar
Ya Rabb...
Aku ingin berbagi dengan orang-orang
Berikanlah rizky yang seluas-luasnya
Karena Hanya Engkau pemilik rizki

Ya Rabb,sebenarnya aku sudah malu meminta,
Tapi aku yakin Hanya Engkau Sang Pengabul segala Harapku.....

Minggu, 03 April 2011

MakasihKu.....

Sebening harapan terukir pada  hari ini,ucapan selamat terangkai dengan indah,dimulai dari sahabat sampai pada orang yang mengenalku tapi ku kurang mengenal mereka, lantunan doa buat ku,alhamdulilah kata pertama yang kuhaturkan.
Ingin Rasanya membalas semua ucapan doa dari mereka,tapi apa daya tak kuasa untuk membalasnya.Hanya ucapan terimaksih untuk semuanya.
Ya Rabb,hamba memohon padaMu limpahkanlah yang terbaik buat sahabat-sahabatku.....
Semoga rencana-rencana ditahun ini bisa lancar dengan baik tanpa hambatan ...amien Ya Rabb

Jumat, 01 April 2011

"Aku menjadi Seperti ini Berkat Kasih Sayangmu Ka PutRa"

Kidung duka dan lara masih menyelimutiku,wajah yang ditekuk perut yang melilit menjadi menu hari ini.Tak henti-hentinya batinku menggerutu dan mengeluh,meskipun kidung penyejuk kalbu diwinampku berteriak melantunkan lagu-lagu yang paling aku sukai,tapi tak mampu menjadi perban dalam lukaku lamaku.
****
****
Rahman,tunggu aku,kamu hendak kemana ,aku ingin berbicara denganmu sapa Putra.
Oya silahkan "jawab rahman"
Mereka berbincang panjang dan pada ujung pembicaraan dapat disimpulkan masalah yang dialami putra telah selesai."semoga sukses ya Put,"doa Rahman dengan tulus.
****
Acara kampus yang diadakan oleh BEM berjalan dengan lancar.Semuanya berjalan mulus,seminar yang disangka akan kekurangan peserta ternyata justru kelebihan peserta.Putra sebagai ketua dari kegiatan tersebut membatin"andai Rahman tidak menjadi salah satu pembicara dalam seminar ini aku yakin pesertanya hanya sedikit ,terima kasih atas semuanya Ya Rab Kau telah hadirkan dia sebagai penyempurna dalam dakwah ini"

****
Rahman Adi Setya,nama yang sangat indah mahasiswa kedokteran yang akan mendapat beasiswa ke Jepang, luar biasa penampilannya tadi, pembawaan yang elegant dan kharismatik namun menguraikan kata-kata yang begitu mudah dipahami, santun dalam memaparkan pendapat,mengeluarkan kata-kata selalu dibarengi bukti yang sangat detail.Sempurna sekali,aktivis BEM yang gemilang karirnya dan juga aktivis dakwah kampus.Anissa membatin tak henti-hentinya.

****
Andai saja kamu tidak bertemu dengannya aku yakin kamu pasti akan menjadi wanita yang waras dan tidak nampak aneh seperti ini,pake baju yang norak dan pake rok yang mirip pembokatku dirumah.Sewot Rani temanku,tapi aku juga bersyukur paling tidak Anissa yang dulu sudah mulai hadir kembali tandas rani.Tapi aku tak bergeming sedikitpun,aku hanya mencoba mengingat apa -apa yang kudengar saat ku berpapasan dengannya tadi pagi.Apa yang ia lantunkan terlalu indah buatku.teman-temanku yang beranjak pergi pun tak ku hiraukan,aku masih mengingat wajah teduhnya yang menunduk saat berpapasan denganku,yang makin menunduk saat kuajak bicara,apa aku sebegitu hina didepan dia ya.berbagai praduga menyelimutiku.
 ****
Anissa mulai terbiasa dengan pakaian yang ia kenakan sekarang memakai jilbab dan mulai sering mengenakan rok,kendatipun kakaknya begitu terheran -heran melihat gaya berpakaiannya sekarang,tapi apalah dikata kakak Anissa tak berani mempertanyakan hal itu,maklum setelah kematian ibunya Anissa menjadi seorang gadis yang sangat pemurung tak pernah ada raut kebahagian diwajahnya,karena itu kakaknya sudah sangat bersyukur dengan keadaan Anissa sekarang.
Anissa juga heran setelah ia mengikuti berbagai kegiatan yang ia ikuti akhir-akhir ini membimbing hatinya mendapatkan ketenangan.Anissa aktivis kampus yang terkenal pro aktif dalam segala kegiatan kampus,yang terkenal diseantero kampus gadis anggun dan sekali ia melakukan kegiatan meski kegiatan itu akan menjadi heboh karena kepiawaiannya mempengaruhi massa,dan kemampuan vokalnya yang selalu menggebu-gebu.Untuk soal debat politik kampus selalu menyerahkan semua urusan itu padanya.Alhasil siapa sich yang tidak mengenali Anissa,termasuk Rahman.Anissa yang selalu mendapat the best public speaking kebanggaan kampus,namun sayang naas menimpanya semenjak shok atas kematian ibunya yang tiba-tiba, membuat dia menjadi depresi total,ia menjadi sosok gadis yang putus asa dan pendiam dan  seantero kampuspun tahu hal itu.
****
Kidung duka yang hadir diwajah Anissa sudah mulai menghilang siluet kebahagian mulai hadir seperti secercah mutiara dalam bongkahan cinta.Kini Anissa sudah bisa menerima kenyataan bahwa ibunya meninggal bukan karena ayahnya telah meninggalkan ibunya dan memilih istri mudanya tapi itu semua sudah suratan takdir yang telah digoreskan oleh ALLah untuknya.Anissa mulai sadar dengan semua yang menimpanya,ia masih ingat ketika ia terpuruk dan menangis sedu sedan dimasjid kampus ia bertemu seorang Putra yang memberikan pencerahan baginya,ia yang membantu Anissa untuk menerima suratan takdirnya dengan ikhlas dan harus melanjutkan hidup dengan baik,ya Putra yang membantunya melewati masa kritis kehidupannya,Putra yang selalu memberikan kaset-kaset motivasi hidup untuknya.Putra yang mengajaknya mengikuti kajian-kajian keislaman,Putra Yang memperkenalkan dia dengan sahabat-sahabat barunya,Putra yang orang pertama yang memberikan jlbab dan seperangkat baju muslimah untuknya,ya Putra yang melakukan semua itu.Pantas saja semua teman Anissa menyalahkannya karena menurut mereka perbuatan Putra salah tapi setiap kali Anissa berusaha memberikan penjelasan setiap itu juga teman-temannya menghindar,alhasil sampai saat ini Anissa belum sempat menjelaskan alasannya ia berhijrah.
****
Anissa masih menikmati dentaian kehidupan yang dirangkai tuhan untuknya,Anissa mulai menjadi gadis yang bangkit kembali,ia melewati hari-harinya sekarang sesuai dengan tuntunan islam,ia sudah menghilangkan kebiasaannya dahulu,ia menganggap masanya dulu adalah masa jahil ,dan sekarang ia berusaha mengajak sahabatnya untuk berhijrah,alhasil sebagian temannya juga berhijrah.
****
Putra yang menunjukkan semuanya untukku,batin Anissa ketika hendak menutup matanya untuk beristirahat.
****
Assalamualaikum,anissa"sapa Putra"
Walaikumsalam,"Jawab anissa
Oiya anissa besok ada rapat BEM,aku harap kamu bisa membantuku dalam presentasi proyek yang telah kita rancang,setelah kamu presentasi kamu lanjutkan meeting bersama mentri pendidikan terkait program Beasiswa ke Jepang,mohon maaf besok aku harus pulang ke Jember,ada acara yang tidak bisa saya tinggalkan.Tegas Putra sembari memberi isyarat agar Anissa tidak menolak.Alhasil Anissa hanya bisa mengangguk dan Putrapun berpamitan padanya.
****
Rapat BEM berjalan dengan lancar,setelah itu Anissa melanjutkan meeting dengan Pa Mentri,ia dikagetkan dengan acara itu,gimana tidak ia bisa bertatapan lansung dengan Rahman yang sedang meeting juga terkait Beasiswa itu.Pertanyaan berkelana dalam batin mereka masing-masing.
Anissa ya,oh anti ikut acara ini juga,alhamdulilah semoga kita bisa sukses dan berhasil dengan proposal kita,Rahman mencoba untuk ramah.
Anissa hanya mengamini saja,karena ia masih bingung dengan semua yang diatur Putra untuknya.Anissa dicalonkan kandidat yang akan berangkat dari Fakultas HI untuk menerima beasiswa di Jepang,kenapa bukan Putra sendiri,bukankah ia yang selalu bercerita dengan semangat akan berangkat ke Jepang jika telah menyelesaikan S1nya,Kenapa dengan Putra????
****
Sesampai dirumah ia dikejutkan dengan bungkusan yang tersimpan diranjang tempat tidurnya,setelah melihat pengirimnya Anissa.Anissa menangis penuh haru.
****
"Dear Sahabatku juga adikku sayang"
Anissa afwan ana selama ini tidak bisa banyak berbuat untuk antum,maafkan ana yang merebut kebahagian milikmu,ana tidak tahu harus memulainya darimana,tapi asal kamu tahu Anissa aku sayang sama kamu....aku selalu ingin merangkulmu ketika kamu menangis,ketika kamu sakit,ketika kamu tertatih bangkit dari keterpurukan yang menimpamu saat ibumu meninggal.
Tapi aku tak bisa melakukannya,aku ingin sekali,
Anissa aku adalah kakakmu,aku adalah anak pertama dari Papa Hadi Diningrat,kita saudara sedarah,namun sayang kita tidak bisa saling berbagi karena ada sekat yang belum mampu aku robohkan,papa selalu menghalangiku,ketika aku selalu berusaha membicarakan hal ini denganmu,papa khawatir kamu akan marah besar dan shok,Papa sangat menyayangimu,inilah bentuk kasih sayang yang nampak yang masih kusimpan,papa selalu membelikan baju untukmu,setiap ia membeli baju untukku.Mamaku selalu bercerita tentangmu dan tentang Ka Ratna,Mamaku juga meminta maaf atas semua kejadian ini,aku tahu mamaku salah karena menutupi kejadian ini,Anissa mamaku terlebih dahulu menikah dengan Papa,tapi karena mama divonis tidak akan melahirkan keturunan oleh dokter,akhirnya papa di suruh menikah lagi oleh eyang,Mama pada saat itu mempersilahkan papa menikah dengan ibumu,dan alhasil papa punya anak pertama yaitu ka Ratna,selang 5 tahun mama hamil dan melahirkanku,tapi ternyata seorang adik cantik terlahir setelah aku berusia 2 tahun.Papa ,mama,dan ibumu juga menjalin hubungan kekeluargaan yang baik,aku masih ingat ketika ibumu berbagi kain dengan mamaku,aku juga masih ingat ketika eyang mengusir kami dari kediaman, ibumu yang menangis sedu sedan dipintu dan memohon dengan bersujud kepada eyang agar eyang tidak mengusir kami,tapi sayang eyang, tetap mengusir kami karena Aku cucu laki-laki yang menurutnya akan membawa sial tidak boleh hidup dikediaman Diningrat,karena menurutnya hal itu akan menjadi Aib keluarga besar.Aku adalah Putra Hadi Diningrat kakakmu Anissa,Aku harus berpisah denganmu dan menghilangkan identitasku yang sebenarnya,hanya karena aku terlahir menjadi seorang yang mempunyai penyakit leukimia.Aku tak pernah menyesal,karena meskipun aku harus berpisah dengan eyang dan adikku juga kakakku,tapi aku masih bisa melihat kalian dari kejauhan.Anissa ketika ibumu sakit beliau terkena sakit leukimia sepertiku,dan bukan karena mamaku seperti yang ka Ratna tuduhkan,aku masih ingat ketika ibumu datang kekediaman dan memelukku dengan erat dan berkata padaku"putraku nasibmu sama dengan ibu"saat itu aku ga paham,aku hanya tersenyum getir tak paham.Ibumu meninggal bukan karena Papa yang meninggalkan beliau tapi saat itu praduga begitu terdukung bukti,karena pada saat itu papa sedang mengajak ketemuan adiknya mama,yaitu tante tina ,papa hanya ingin menyerahkan deposit keuangan yang disediakan untuk biaya kuliahku.Tapi rupanya ka Ratna melihat pertemuan itu dan menyangka papa selingkuh dan memberi tahu ibumu bahwa papa selingkuh,kemudian sakitnya ibumu makin bertambah parah.dan pada akhirnya ibumu meninggal dunia.Anissa begitu singkat ceritanya.Semenjak ibumu meninggal ka Ratna mengusir papa keluar dari rumahmu,dan sekarang papa ada di Jember dirumahku,andai saja kamu berkenan datang kerumah kami datanglah,semoga kamu faham dengan semua yang kupaparkan.Anissa aku mohon sama kamu agar kamu memberi pemahaman kepada ka Ratna tentang hal ini,aku ingin ketika kumenghadap Illahi semua beban dan tanggunganku sudah selesai.Anissa aku minta maaf jika ini menyakitkan bagimu,tapi yakinlah ini semua kita lakukan hanya karena kita tidak menginginkan kamu terguncang hebat.Anissa itu saja surat dari ku,aku sayang sama kamu,papa,mama selalu menanti ka Ratna  dan Anissa dirumah,karena ibumu selalu menitipkan kalian pada mama.Oya adikku sayang Ka Putra sudah menyiapkan kado terindah untukmu,bukankah hari ini adalah hari ulangtahunmu,semoga kado beasiswa ke Jepang adalah kado terindah untukmu dan jika berkenan ka Putra sudah pernah membincangkan tentang kamu ke Rahman,dan jika tidak ada halangan insyaAllah sebelum ke Jepang Rahman akan menghitbahmu,semoga kamu tidak menolaknya,ka Putra tahu betul adik ka Putra menyimpan perasaan,afwan ya kalau Ka Putra salah,tapi semoga saja itu adalah sebagian doa ka untuk adik ka tersayang.
"Kakakmu Putra Hadi Diningrat"
Setelah membaca surat yang dikirim Putra ,Anissa lansung menuju kamar kakaknya,dan ketika hendak kekamar kakaknya,ternyata kakaknya Anissa ada diruang makan sedang makan malam bersama suaminya,Anissa lansung menyerahkan surat yang ia terima dari Putra kepada kakaknya,kakaknya lansung membacanya dan ia menitikkan airmata yang tiada hentinya.
"maafkan ka Ratna ,Anissa sayang ka ratna sudah mengetahui hal ini satu tahun yang lalu semenjak ibu meninggal tapi kakak tidak berani menjelaskan hal ini sama kamu karena kakak tak sanggup bercerita setiap kakak melihat gurat kesedihanmu ketika kamu shok ditinggal ibu.Maafkan kakak."sedu ratna
Anissa hanya tertunduk dan merangkul ratna dengan dekapan erat,"maafkan Anissa ka"Anissa memohon maaf pada ratna,Anissa menyadari sungguh betapa orang disekelilingnya menginginkan yang terbaik untuknya.
****
Suara telpon rumah Anissa berdering,diseberang sana memberi tahu bahwa Putra Hadi Diningrat telah meninggal dunia.Anissa serasa disambar petir,ia dan kakaknya lansung menuju Jember untuk melayat sekaligus sebagai pertemuan terakhir dengannya.
****
Pemakaman berlansung dengan hidmat,seluruh mahasiswa UI saat itu berduka karena seorang ketua BEM meninggal dunia dengan sangat tiba-tiba.
Akhirnya keluarga besar Anissa bersatu kembali,semua ini berkat Putra.
****  3 tahun kemudian
Anissa telah lulus dari S2 nya di Jepang dan telah menikah dengan Rahman seorang lelaki yang selama ini menjadi penata hatinya,yang selama ini menjadi teman sejatinya selama di Jepang,karena sebelum berangkat ke Jepang sesuai wasiat dari Putra untuk Anissa agar ia tidak menolak ketika Rahman mengkhitbahnya.Anissa masih saja mengenang semua pelangi hidupnya,dan ketika berziarah dikubur kakaknya itu ia menguraikan rasa terima kasihnya karena ia telah memberikan tumpukan mutiara dalam kehidupannya,dalam bathinnya Anissa berbisik,
"makasih ka Putra,karena ka Putra telah merubah Anissa yang jahil yang jauh dari perintahNYa,dan telah memberikan kado terindah buat Anissa,juga telah mempertemukan Ka Rahman pada Nissa,makasih ka,Anisa bisa seperti saat ini berkat Ka Putra,ka Putra yang menuntun Nissa dan ka Ratna kepada JalanNya,terima kasih ka Putra....."
 

Kamis, 31 Maret 2011

PerTemuanKU....

Pertemuanku denganNYa membuatku khawatir,apa yang akan ku Jawab ketika Dia menyapaku,andai saja ku berani menatapnya...
Tapi sayang mendengar gema kehadiraNYa di hadapanku saja daging dari tubuhku berjatuhan...
Detak Jantungkuyang tertata rapi hilang tak searah lagi...
Pertemuan yang sarat penentuan
Tapi kenapa selalu saja ku menunda bekal setiap ada waktu longgar
Kenapa aku tidak membawa bekal ketika ku berjumpa denganNya.
Kendatipun aku takut
Kendatipun aku khawatir
Tapi kenapa ku selalu menunda malam indah bersamaMU
Ku hanya bisa membagi waktu sedikit sekali untukMu
Terkadang waktuku untukmu hanya lima menit saja
Tapi waktu untuk yang lain begitu banyak kusisihkan
Aku malu dan sedih untuk melakukan pertemuan denganMu
Pertemuan yang begitu indah sebenarnya tapi seakan mencekam bagiku
Karena kusadar aku hanya makhluk kerdil yang bangkit dari kubangan lumpur yang hina
untuk menuju pertemuan denganMu Ya Rabb

Hidup Yang Sementara

Terkadang sang waktu tak berpihak pada kita,ada kalanya kita harus bahagia dan adakalanya kita harus menangis karena keinginan kita yang tak terpenuhi.Tapi Yakinlah hidup ini hanya sementara,dan kita hanya dititipkan jiwa dan raga yang begitu sempurna olehNya,dan harus mengembalikannya dalam keadaan yang sempurna Juga PadaNYA.
Jika ku uraikan kata-kata untuk memuji keagunganNya air laut yang akan dijadikan tintapun tak mampu untuk menguraikan segalanya.Begitu luas karunia yang Telah Dia hadirkan untuk kita.
Jika Dedaunan setiap detik berlirih dan bersenandung memujinya,kita setiap menit hanya menghitung berapa yang kita peroleh dari semua kegiatan kita.
Semua kita hitung dengan kalkulasi yang seimbang tapi tak pernah kita mengkalkulasi dosa dan amal kebaikan yang kita lakukan.
Andai saja kita mengatur hidup dengan aritmatika sungguh indah nian aritmatika itu.
Andai saja ada manusia yang memperhatikan teori pemasaran dalam semua segmen hidup mungkin kejadian dan harapan akan terperinci dengan sangat detail
Tapi inilah hidup.
Hidup yang sudah digariskan sementara....
hanya kehidupan nanti yang kekal,tinggal kita memilih hidup kekal penuh derita dan nestapa atau hidup kekal dengan suka cita.

Rabu, 30 Maret 2011

Rabu PeNuh Misteri Part II

Hem itu sms daria deanissa yang aku temui tadi.Seketika itu aku hanya termangu dan batinku menerawang sejauh mungkin.Tapi sulit sekali rasanya untuk melandaskan semuanya.
"saudariku,aku adalah deanissa,aku adalah seorang gadis yang selalu memperhatikanmu,aku adalah sahabatmu,tapi aku yakin kamu tidak mengenaliku.Aku yang selalu membaca setiap bait-bait syairmu yang terpampang di Mading Sekolah kita dulu.Namun sayang,semenjak aku hijrah kesibukan baru melandaku dan tak pernah sempat rasanya aku mengamatimu."
"Saudariku,aku selalu ingin bercengkrama denganmu,berbagi kisahku denganmu,dan aku selalu menantimu datang untukku"
"saudariku,tapi aku sadar terlalu banyak aktivitasmu,wajar saja kamu tidak ada waktu untuk menyapaku,ya aku deanissa anak IPS A yang nekad masuk kedokteran hanya karena ingin berbagi kisah denganmu."
"Aku yakin kamu tahu tentangku,karena kamu sempat mengikuti salah satu acara yang aku selenggarakan di Panti Sosial,dan masih ingatkah saat itu kau memberi pencerahan buatku,memberi energi terdahsyat buatku,dan senyummu yang tuluspun masih kulihat disetiap mimpi-mimpiku"
"Anissa adalah namamu,nama yang paling aku sukai,nama yang selalu menjadi motivasi buatku,ya karena namamu,adalah sebagian dari namaku"
"Anissa kendatipun kamu tidak terlalu mengenalku,tapi aku amat mengenalmu,aku berharap semoga kau lulus Ujian kedokteran yang akan kau ikuti,oiya nanti kita pasti akan berkenalan.Aku sangat menanti saat -saat itu,kendatipun ini bisa jadi adalah hal yang terindah yang bisa aku lewati hari ini bersamamu.Anissa aku menantimu.........."
"Oya Maukah kau berjanji padaku Anissa,Aku ingin kamu membaca setiap buku diaryku..dan jika kamu bisa menepati keinginanku,aku akan sangat senang.Buku diary itu aku simpan dilemari kamarku dan sudah aku tata dengan baik.Mama akan membantumu,makasih banyak ya.....Datanglah kerumahku.Jalan Kenanga No 10."
Itulah sms yang ada diponselku,dan sms itu datang dari deanissa.
Aku kaget ketika no baru masuk memanggilku."assalamualaikum,ini sam ukhti anissa"Dari seberang sana
"ya ini anissa"jawabku
"oiya afwan ini mama Deanissa,Ukhti bisa kerumah kami sekarang"Pinta mama Deanissa
"insyaallah bisa "jawab Anissa sembari menutup perbincangannya.
Anissa langsung bergegas berangkat kekediaman Deanissa,sepanjang perjalanannya batinnya tak henti-hentinya bertasbih.Ketika sampai di rumah deanissa,semua keluarga lansung mengantarkan Anissa keruangan dimana Deanissa sedang dimandikan."Ukhti afwan ini permintaan almarhumah,almarhumah menginginkan anti yang mewudhukannya,afwan merepotkan"suara mama deanissa parau.
"ga Papa bu,jawabku singkat.
Setelah memandikan kemuadian kami lansung mengkafani dan menyalatkan almarhumah,dan lansung menguburkan almarhumah.Sepanjang kegiatanku tadi aku tak henti-hentinya menangis karena begitu indah deanissa menguraikan kehidupannya,begitu banyak,yang mendoakan almarhumah sampai tanah yang berhektar-hektar dipemakaman sesak oleh orang yang mengantarkan jasad almarhumah.
Penguburan telah selesai,kemudian pelayat berangsur-angsur telah meninggalkan kami,dan hanya tinggal aku,mama,papa,dan abangnya deanissa.
aku hendak berpamitan pulang karena kuingat tadi aku tidak sempat pamitan sama ibu dan bapak jadi aku takut beliau khawatir."Ukhti bisa kerumah kami"sapa abangnya Deanissa.
"Hem afwan,ana tadi tidak pamitan sama ibu dan bapak jadi ana harus segera pulang,apa masih ada yang harus ana kerjakan"jawab anissa
"Jika ukhti berkenan kami sekeluarga hendak membacakan wasiat dar sang adik"jawabnya
"oya sudah saya menghubungi paman saya dahulu biar nanti disampaikan sama orangtua saya bahwa saya lagi dirumah deanissa,jadi bapak dan ibu tidak usah menunggu saya untuk berjualan nasinya"jawab anissa
"oh monggo Ukhti,"dengan santunnya Abangnya deanissa mempersilahkan anissa menghubungi keluarganya.
Anissa dan keluarga Deanissa sampai dirumah.Andika sebagai abang dari Deanissa mengawali pembicaraan,karena dia sadar betul kalau Anissa sangat dibutuhkan oleh orangtuanya untuk membantu berjualan dan dia juga tidak ingin terlalu lama merepotkan Anissa.Surat wasiat yang dibuat Oleh Deanissa terbagi kedalam 3 bagian.Bagian pertama adalah surat wasiat yang ahrus dibaca hari itu juga,dan yang kedua harus dibaca pada tahun ke 2 ,dan yang terakhir adalah surat wasiat yang harus dibaca pada tahun ke 5.
Surat wasiat yang pertama isinya adalah:
  • Anissa berhak menerima biaya kuliah yang telah di depositkan oleh Deanissa
  • Anissa berhak memakai fasilitas yang Deanissa miliki
  • Anissa harus membaca diary yang telah tertata rapi dikamar Deanissa setiap sepekan sekali tepatnya hari "Rabu".
  • Anissa berhak memanggil mama Deanissa mama.
  • Mama,papa,dan abang Deanissa yang Deanissa sayangi kalian harus tulus menyayangi Anissa,dia adalah kakak perempuan Deanissa
Itulah isi surat wasiat dari Deanissa semuanya tertunduk hanya abang Deanissa yang tampak tegar,dan selesai membacakan surat wasiat dari Deanissa,abangnya lansung mengajak Anissa masuk kekamar Deanissa.
Anissa dibuat kaget ketika melihat kamar yang begitu Luas dan tertata dengan indah begitu sarat dengan nuansa islami,yang dipenuhi dengan kata-kata puisi yang selalu ia buat setiap pekan,photo-photonya yang terpampang indah,dan yang masih membuatnya shok adalah,photo ketika ia pertama mengisi ceramah dipanti asuhan seperti sms tadi pagi.
"ya ternyata Deanissa adalah sahabat yang selalu idam-idamkan,sahabat yang mulai SMP yang tak bisa ia pupus meski hanya satu kali bertemu,yaitu diacara Panti."
Ternyata Deanissa satu SMA dengannya,namun sayang ternyata dia tidak sempat bertatap muka secara lansung selama tiga tahun sekolah di SMA,maklum saja ia sekolah disekolah yang bonafit yang jumlah siswanya beribu-ribu dan Anissa juga tidak pernah menghabiskan waktunya disekolah sepulang acara sekolah ia mesti harus ngajar di Diniyah kampungnya dan ia harus lansung berjualan nasi,jadi wajarlah ia tak sempat berkomunikasi dengan teman-temannya sesekolah.Hari-hari Anissa berbeda dengan Deanissa yang setiap harinya menghabiskan waktunya di sekolah dan di ROHIS,ya Organisasi yang ingin sekali aku ikuti,namun sayang aku tidak cukup waktu dan cukup baju untuk hadir diacara tersebut,bagaimana tidak bajuku hanya tiga potong dan sudah kumal dan jika aku bertatapan dengan anak Rohis yang bajunya indah dan panjang aku hanya tersenyum dan selalu saja batinku berkata bahwa suatu saat aku akan melebihi mereka.Aku hanya Anissa yang belajar agama dai bapak dan ibu dan berusaha mengamalkan di Diniyah kampungku,saat ini merasa amat kerdil dihadapanMu ya Rabb"ya batinku terhenti ketika Bang andika menyapaku
"Ukhti ini semua sekarang menjadi milikmu,afwan ana nitip mama dan papa,sebab ana harus kembali ke harva untuk menyelesaikan kuliahku disana"Sapanya
"ya ya...."jawabku terbata-bata
"Kapanpun kamu bisa datang kerumah ini dan pintu rumah ini selalu terbuka lebar untukmu,karena ini adalah rumah barumu Ukhti".Tandas Andika.
"ya,terima kasih banyak "jawabku
Orangtua Deanissa menghampiri Anissa dan memeluknya,terima kasih Anissa kamu adalah Sahabat Deanissa yang paling memahaminya,kami menyayangimu seperti Deanissa,datanglah kapanpun kerumah ini dan jika kamu berkenan kamu bisa tinggal bersama kami.itulah kata terakhir dari keluarga deanissa yang masih aku ingat.
Dirumah Anissa,
Anissa masi belum bisa memahami karunia terhebat yang tuhan hadirkan untuknya,mulai dari pertolongan pas Ujiaan seleksi,dan biaya perkuliahan yang siap dipakai olehnya.Semua itu terlalu indah untuk dilewatkan.
Anissa masih saja bertahmid dalam batinnya,betapa tidak doa-doa dan mimpi yang selalu ia rangkai sebelu tidur menjadi kenyataan.
Anissa.....Anissa.......

Besambung...