MenJadi Akhwat Luar Biasa

MenJadi Akhwat Luar Biasa
Semoga bermanfaat

Rabu, 30 Maret 2011

Rabu PeNuh Misteri Part II

Hem itu sms daria deanissa yang aku temui tadi.Seketika itu aku hanya termangu dan batinku menerawang sejauh mungkin.Tapi sulit sekali rasanya untuk melandaskan semuanya.
"saudariku,aku adalah deanissa,aku adalah seorang gadis yang selalu memperhatikanmu,aku adalah sahabatmu,tapi aku yakin kamu tidak mengenaliku.Aku yang selalu membaca setiap bait-bait syairmu yang terpampang di Mading Sekolah kita dulu.Namun sayang,semenjak aku hijrah kesibukan baru melandaku dan tak pernah sempat rasanya aku mengamatimu."
"Saudariku,aku selalu ingin bercengkrama denganmu,berbagi kisahku denganmu,dan aku selalu menantimu datang untukku"
"saudariku,tapi aku sadar terlalu banyak aktivitasmu,wajar saja kamu tidak ada waktu untuk menyapaku,ya aku deanissa anak IPS A yang nekad masuk kedokteran hanya karena ingin berbagi kisah denganmu."
"Aku yakin kamu tahu tentangku,karena kamu sempat mengikuti salah satu acara yang aku selenggarakan di Panti Sosial,dan masih ingatkah saat itu kau memberi pencerahan buatku,memberi energi terdahsyat buatku,dan senyummu yang tuluspun masih kulihat disetiap mimpi-mimpiku"
"Anissa adalah namamu,nama yang paling aku sukai,nama yang selalu menjadi motivasi buatku,ya karena namamu,adalah sebagian dari namaku"
"Anissa kendatipun kamu tidak terlalu mengenalku,tapi aku amat mengenalmu,aku berharap semoga kau lulus Ujian kedokteran yang akan kau ikuti,oiya nanti kita pasti akan berkenalan.Aku sangat menanti saat -saat itu,kendatipun ini bisa jadi adalah hal yang terindah yang bisa aku lewati hari ini bersamamu.Anissa aku menantimu.........."
"Oya Maukah kau berjanji padaku Anissa,Aku ingin kamu membaca setiap buku diaryku..dan jika kamu bisa menepati keinginanku,aku akan sangat senang.Buku diary itu aku simpan dilemari kamarku dan sudah aku tata dengan baik.Mama akan membantumu,makasih banyak ya.....Datanglah kerumahku.Jalan Kenanga No 10."
Itulah sms yang ada diponselku,dan sms itu datang dari deanissa.
Aku kaget ketika no baru masuk memanggilku."assalamualaikum,ini sam ukhti anissa"Dari seberang sana
"ya ini anissa"jawabku
"oiya afwan ini mama Deanissa,Ukhti bisa kerumah kami sekarang"Pinta mama Deanissa
"insyaallah bisa "jawab Anissa sembari menutup perbincangannya.
Anissa langsung bergegas berangkat kekediaman Deanissa,sepanjang perjalanannya batinnya tak henti-hentinya bertasbih.Ketika sampai di rumah deanissa,semua keluarga lansung mengantarkan Anissa keruangan dimana Deanissa sedang dimandikan."Ukhti afwan ini permintaan almarhumah,almarhumah menginginkan anti yang mewudhukannya,afwan merepotkan"suara mama deanissa parau.
"ga Papa bu,jawabku singkat.
Setelah memandikan kemuadian kami lansung mengkafani dan menyalatkan almarhumah,dan lansung menguburkan almarhumah.Sepanjang kegiatanku tadi aku tak henti-hentinya menangis karena begitu indah deanissa menguraikan kehidupannya,begitu banyak,yang mendoakan almarhumah sampai tanah yang berhektar-hektar dipemakaman sesak oleh orang yang mengantarkan jasad almarhumah.
Penguburan telah selesai,kemudian pelayat berangsur-angsur telah meninggalkan kami,dan hanya tinggal aku,mama,papa,dan abangnya deanissa.
aku hendak berpamitan pulang karena kuingat tadi aku tidak sempat pamitan sama ibu dan bapak jadi aku takut beliau khawatir."Ukhti bisa kerumah kami"sapa abangnya Deanissa.
"Hem afwan,ana tadi tidak pamitan sama ibu dan bapak jadi ana harus segera pulang,apa masih ada yang harus ana kerjakan"jawab anissa
"Jika ukhti berkenan kami sekeluarga hendak membacakan wasiat dar sang adik"jawabnya
"oya sudah saya menghubungi paman saya dahulu biar nanti disampaikan sama orangtua saya bahwa saya lagi dirumah deanissa,jadi bapak dan ibu tidak usah menunggu saya untuk berjualan nasinya"jawab anissa
"oh monggo Ukhti,"dengan santunnya Abangnya deanissa mempersilahkan anissa menghubungi keluarganya.
Anissa dan keluarga Deanissa sampai dirumah.Andika sebagai abang dari Deanissa mengawali pembicaraan,karena dia sadar betul kalau Anissa sangat dibutuhkan oleh orangtuanya untuk membantu berjualan dan dia juga tidak ingin terlalu lama merepotkan Anissa.Surat wasiat yang dibuat Oleh Deanissa terbagi kedalam 3 bagian.Bagian pertama adalah surat wasiat yang ahrus dibaca hari itu juga,dan yang kedua harus dibaca pada tahun ke 2 ,dan yang terakhir adalah surat wasiat yang harus dibaca pada tahun ke 5.
Surat wasiat yang pertama isinya adalah:
  • Anissa berhak menerima biaya kuliah yang telah di depositkan oleh Deanissa
  • Anissa berhak memakai fasilitas yang Deanissa miliki
  • Anissa harus membaca diary yang telah tertata rapi dikamar Deanissa setiap sepekan sekali tepatnya hari "Rabu".
  • Anissa berhak memanggil mama Deanissa mama.
  • Mama,papa,dan abang Deanissa yang Deanissa sayangi kalian harus tulus menyayangi Anissa,dia adalah kakak perempuan Deanissa
Itulah isi surat wasiat dari Deanissa semuanya tertunduk hanya abang Deanissa yang tampak tegar,dan selesai membacakan surat wasiat dari Deanissa,abangnya lansung mengajak Anissa masuk kekamar Deanissa.
Anissa dibuat kaget ketika melihat kamar yang begitu Luas dan tertata dengan indah begitu sarat dengan nuansa islami,yang dipenuhi dengan kata-kata puisi yang selalu ia buat setiap pekan,photo-photonya yang terpampang indah,dan yang masih membuatnya shok adalah,photo ketika ia pertama mengisi ceramah dipanti asuhan seperti sms tadi pagi.
"ya ternyata Deanissa adalah sahabat yang selalu idam-idamkan,sahabat yang mulai SMP yang tak bisa ia pupus meski hanya satu kali bertemu,yaitu diacara Panti."
Ternyata Deanissa satu SMA dengannya,namun sayang ternyata dia tidak sempat bertatap muka secara lansung selama tiga tahun sekolah di SMA,maklum saja ia sekolah disekolah yang bonafit yang jumlah siswanya beribu-ribu dan Anissa juga tidak pernah menghabiskan waktunya disekolah sepulang acara sekolah ia mesti harus ngajar di Diniyah kampungnya dan ia harus lansung berjualan nasi,jadi wajarlah ia tak sempat berkomunikasi dengan teman-temannya sesekolah.Hari-hari Anissa berbeda dengan Deanissa yang setiap harinya menghabiskan waktunya di sekolah dan di ROHIS,ya Organisasi yang ingin sekali aku ikuti,namun sayang aku tidak cukup waktu dan cukup baju untuk hadir diacara tersebut,bagaimana tidak bajuku hanya tiga potong dan sudah kumal dan jika aku bertatapan dengan anak Rohis yang bajunya indah dan panjang aku hanya tersenyum dan selalu saja batinku berkata bahwa suatu saat aku akan melebihi mereka.Aku hanya Anissa yang belajar agama dai bapak dan ibu dan berusaha mengamalkan di Diniyah kampungku,saat ini merasa amat kerdil dihadapanMu ya Rabb"ya batinku terhenti ketika Bang andika menyapaku
"Ukhti ini semua sekarang menjadi milikmu,afwan ana nitip mama dan papa,sebab ana harus kembali ke harva untuk menyelesaikan kuliahku disana"Sapanya
"ya ya...."jawabku terbata-bata
"Kapanpun kamu bisa datang kerumah ini dan pintu rumah ini selalu terbuka lebar untukmu,karena ini adalah rumah barumu Ukhti".Tandas Andika.
"ya,terima kasih banyak "jawabku
Orangtua Deanissa menghampiri Anissa dan memeluknya,terima kasih Anissa kamu adalah Sahabat Deanissa yang paling memahaminya,kami menyayangimu seperti Deanissa,datanglah kapanpun kerumah ini dan jika kamu berkenan kamu bisa tinggal bersama kami.itulah kata terakhir dari keluarga deanissa yang masih aku ingat.
Dirumah Anissa,
Anissa masi belum bisa memahami karunia terhebat yang tuhan hadirkan untuknya,mulai dari pertolongan pas Ujiaan seleksi,dan biaya perkuliahan yang siap dipakai olehnya.Semua itu terlalu indah untuk dilewatkan.
Anissa masih saja bertahmid dalam batinnya,betapa tidak doa-doa dan mimpi yang selalu ia rangkai sebelu tidur menjadi kenyataan.
Anissa.....Anissa.......

Besambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar