fajar telah Menyingsing
Rajutan tangan masih membekas
Antara nyata atau tidak
Antara Benar dan Salah
Antara kamu Dan DIa
Ya bukan antara Aku dan Kamu
Aku terpapah melintasi jembatan yang penuh senandung duri
tergopoh-gopoh mengharap
Binar keindahan
Tapi....
CintaNYa begitu tulus.....
Mengalahkan ketulusan cintaku padamu....
Ketika kurangkai kata-kata untuk menyampaikan rasa cintaku Padamu....
Begitu malu rasanya aku...
Tapi ketika rasa Cinta ini ada UNtukNYA
Sungguh deraian air mata tak kuasa ku bendung
Kedamaian yang selalu hadir menerpaku ketika ku galau
Kebahagian yang selalu DIA hadirkan untukku
Tak pernah menuntut balas....
Sungguh tak mampu kumengurainya....
Kendatipun lisan ini tak henti-hentinya merangkai makna...
Aku begitu malu pada diriku
Yang hanya sampah dikubangan lumpur
Ingin ku mencoba untuk beranjak dari kubangan itu
Dengn tertatih-tatih....
Sejengkal demi sejengkal
hanya untuk menggapaiMU.....
Menggapai semuanya
meski rotasi telah berputar berlawanan jarum jam
Karena Ku Yakin ENGKAU selalu ada waktu untukku
Karena Ku Yakin ENGKAU selalu ada waktu untukku
Engkau bukanlah seperti dia yang mempunyai kesibukan
Dan tak bisa berlaku adil
Engkau selalu memberi yang terbaik
Kendatipun aku banyak salah
Engkau yang mau menerima Taubatku
Engkau yang selalu menyanyangiku meski sering ku lalai
Engkau yang selalu peduli padaku
kendatipun aku pernah terlena kesemuaan
Ya hanya ENGKAU Ya Rabb
Yang selalu ada untukku...
Biarlah cintaku padanya hanya seberkas sinar yang mencoba hinggap disanubariku
Biarlah cinta itu tumbuh.....
biarlah rasa ini ada untuknya
Tapi CINTAku PADAMU
Masih tetap perioritas hidupku
karena .....
ku yakin jika saatnya pasti Indah pada Waktunya.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar