BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kulit dapat digunakan sebagai sebuah produk dalam kondisi setelah proses penyamakan, retanning, peminyakan, pewarnaan, pengeringan saja. Umumnya kulit mengalami tahapan yang disebut finishing walaupun dilakukan dengan sangat sederhana/simple. Ada usaha untuk meningkatkan tampilan agar menambah daya tarik, meningkatkan daya jual dengan memperbaiki cacat yang ada baik yang disebabkan cacat alami, penyimpanan ( luka, bekas penyakit, serangga dll) atau terjadi selama proses berlangsung seperti warna dasar yang tidak rata, luntur, tidak matching dengan contoh maka diperlukan perbaikan dan penyempurnaan walau hanya untuk menyesuaikan dengan hue, shading, tone warna seperti contoh.
Finishing juga dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu seperti memberikan tampilan, corak, pengangan permukaan (touch/feel/handle) yang berbeda lebih lembut, licin, kasar, berminyak (oily, waxy), silky, warna kontras, brilliant, pull-up, antic, two-tone, dan lain - lain.
Obyek finishing adalah memberikan sifat tertentu pada permukaan /grain dan dalam waktu yang bersamaan harus menonjolkan dan mempertahan sifat naturalis (alami) kulitnya.
B.Permasalahan
1. Apakah ada teknologi finishing untuk kulit reptil
2. Bagaimana teknik Finishing yang baik untuk kulit reptil
3. Apakah ada perbedaan antara permukaan kulit reptile yang di finishing dengan kulit reptil yang tidak di finishing
C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan proposal ini adalah :
1. Untuk mengetahui teknik finishing pada kulit reptile
2. Untuk meningkatkan kualitas kulit reptile dengan cara memahami betul cara finishing yang baik untuk kuli reptil
3. Untuk memberikan informasi kepada pengusaha kulit bahwa kulit reptile yang difinishing memiliki nilai tambah yang tinggi
D. Manfaat
Manfaat yang penulis harapkan diantaranya:
1. Meningkatkan pemahaman tentang cara dan teknik finishing yang baik untuk kulit reptil
2. Teknik finishing kulit reptile ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual kulit sehingga harapannya setelah kulit difinishing kenampakan kulit menjadi lebih baik dan lebih menarik
3. Teknik Finishing untuk kulit reptil ini mempunyai peranan yang tinggi untuk mencetak generasi yang ahli dalam bidang finishing
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.Finishing
Menurut Purnomo ( 2009 ),finishing adalah usaha untuk meningkatkan tampilan agar menambah daya tarik, meningkatkan daya jual dengan memperbaiki cacat yang ada baik yang disebabkan cacat alami, penyimpanan ( luka, bekas penyakit, serangga dll) atau terjadi selama proses berlangsung seperti warna dasar yang tidak rata, luntur, tidak matching dengan contoh maka diperlukan perbaikan dan penyempurnaan walau hanya untuk menyesuaikan dengan hue, shading, tone warna seperti contoh. Finishing juga dilakukan untuk tujuan tertentu seperti memberikan tampilan, corak, pengangan permukaan (touch/feel/handle) yang berbeda lebih lembut, licin, kasar, berminyak (oily, waxy), silky, warna kontras, brilliant, pull-up, antic, two-tone, dll. Obyek finishing adalah memberikan sifat tertentu pada permukaan /grain dan dalam waktu yang bersamaan harus menonjolkan dan mempertahan sifat naturalis (alami) kulitnya.
Adapun tujuan dari finishing itu sendiri adalah sebagai berikut :
1) Melapisi permukaan kulit atau memberikan lapisan tipis/film pada permukaan kulit untuk melindungi (protecting) permukaan kulit dari pengaruh bahan kimia, panas, gosokan, air, benturan dan lain-lain.
2) Untuk memperbaiki (upgrading) cacat, defek – defek pada permukaan kulit sehingga permukaan (grain) tampak lebih natural.
3) Untuk memperindah, menghias (decorating) agar tampak lebih indah dan Fashionable.
Klasifikasi atau penggolongan jenis finishing dapat dikelompokan sebagai berikut:
1) Klasifikasi finishing berdasarkan tehnik pengecatan yang digunakan.
- Spray finish: Finishing yang dilakukan dengan spraying saja.
- Roll coating finish: Menggunakan screen rollers atau engraved rollers.
- Curtain coating finish: Menggunakan mesin Curtain finishes untuk menutup permukaan kulit spt kulit corrected grain atau splits.
- Padding finish.
- Film transfer finish: Polymer foils atau laminating. Juga dapat dibuat dari dua komponen campuran PU mixtures dalam coating machine.
- Glaze finish: Bila aplikasi akhir menggunakan Glazing machine. Kusus untuk Hight quality leathers.
- Plate finish: Menggunakan plating machines. High gloss dan smooth films.
- Glaze/plate finish: Combination of both.
- Embossed finish: Artificial or fancy grain by embossing.
- Foam finish: Highly covering finish especially for furniture and car seat leathers.
2) Klasifikasi cat tutup menurut finishing effects.
- Corrected grain finish: Kulit yang diampelas permukaannya karena kualitasnya rendah atau Buffed leathers yang ditutup dengan lapisantebal dan kemudian dicetak permukaannya (embossed).
- Aniline finish: Kulit yang dilapisi dengan lapisan tanpa pigmen atau transparent coats. Natural appearance of the grain kusus untuk hight quality.
- Semi-aniline finish: Menggunakan small amounts atau pigment dan/atau dyes yang dicampur dengan binders atau covering base coat ditambah aniline top coat with dyes only.
- Opaque finish: Permukaan kulit total merupakan covering pigments dan binders.
- Brush-off finish: Two-tone effect that appears after using a felt polishing disk.
- Easy-care finish.
- Antique finish: Irregular two-tone effect normally made by applying waxes.
- Fancy finish.
- Two- or multi-tone finish: Applied in two or more finishing coats of different colours by angle spraying, padding or printing.
- Invisible finish: Impression of unfinished surface using light coats and mechanical operations.
- Craquele finish: Cracked effect.
3). Klasifikasi menurur bahan binder yang digunakan.
- Polymer or binder finish: The most common. Applying formulations of thermoplastic binders based on polyacrylate, polyurethane or polybutadiene and subsequent plating.
- Casein finish: Non thermoplastic protein or protein-like products for glazed finishing.
- Nitrocellulose solution or emulsion finish: Solvent lacquer. Film forming material is nitrated cellulose dissolved in organic solvents.Emulsion lacquers are water dilutable.
- CAB-finish solvent lacquer based on cellulose aceto-butyrate. Better resistance to yellowing than nitrocellulose.
- Patent finish: Lapisan laquer poliuretan yang tebal, cat yang sangat mengkilap.
Apapun klasifikasi finishing-nya yang penting harus memenuhi persyaratan teknis sementra itu syarat-syarat teknis pada finishing berbeda satu dengan yang lain ditentukan dan tergantung oleh jenis kulit atau artikel yang akan dibuat.
B.Hewan Reptil
hewan reptil diantaranya adalah buaya,ular,biawak dan masih banyak lainnya,tetapi yang mempunyai nilai jual yang tinggi pada saat ini adalah buaya.bicara tetang hewan reftil biasanya seorang pengusaha kulit lebih sering menyebutnya dengan nama Novalty Leather.sehubungan hewan reftil lebih banyak yang dilindungi maka apabila akan menyamak kulit atau menyembelih hewan reftil harus menndapat izin dari departemen kehutanan.
BAB III
MATERI DAN METODE
A. MATERI
Materi yang digunakan adalah :
1. Kulit reptil dengan kualitas I-III
2. Bahan –bahan Finishing seperti :
a. Air
b. Ethil glikol
c. Wax emulsion
d. Hand modifier
e. Nitrocellusa emulsion
f. Acrylic micro diversion
g. Acrylic medium dispersion
h. Pigment
i. Non ionic surfactant
3. Alat –Alat finishing seperti :
a) Alat padding
b) Spray gun unit
c) Compressor
d) Ironing mesin
e) Mesin buffing
f) Mesin staking
g) Mesin toggle
h) Alat penjepit
i) Meja miring
Adapun Lokasi pelaksanaan magang adalah :
a. Tempat : Pabrik Kulit Cisarua
b. Waktu : 14 juni 2011-20 juli 2011
B. METODE
Metode yang akan digunakan dalam kegiatan kerja praktek ini yaitu Metode finishing berdasarkan teknik pengecatan yaitu teknik spray Gun.
BASF .1997 , Leather Finishing Manual, Badische Aniline & Soda Fabrik AG, 6700 Ludwigshafen.
Purnomo, E ,1985 , Pengetahuan Dasar Teknologi Penyamakan Kulit, Akademi Teknology Kulit Yogyakarta.
Purnomo, E ( 2002 ), Penyamakan Kulit Ikan Pari, ISBN , KANISIUS Yogyakarta.
JADWAL RENCANA KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)
| No | Jadwal kegiatan | Bulan Mei | keterangan | ||||
| Minggu I | Minggu II | Minggu III | Minggu IV | ||||
| 1. | Survey tempat PKL | | | | | | |
| 2. | Pengajuan Judul | | | | | | |
| 3. | Konsultasi kepembimbing dan penentuan judul | | | | | | |
| 4. | Pembuatan proposal | | | | | | |
| | | Bulan Juni | | ||||
| Minggu I | Minggu II | Minggu III | Minggu IV | ||||
| 5. | Seminar Proposal | | | | | | |
| 6. | Praktek kerja lapangan | | | | | | |
| | | Bulan Juli | | ||||
| Minggu I | Minggu II | Minggu III | Minggu IV | ||||
| 7. | Evaluasi · Pengumpulan data · Analisis data · Penarikan kesimpulan | | | | | Semua data telah terkumpul dan telah direkap dengan sistematis | |
| | | | | | | | |
| 8. | Pembuatan laporan | | | | | | |
| | | ||||||
| | | Bulan agustus | | ||||
| Minggu I | Minggu II | Minggu III | Minggu IV | | |||
| 9. | Konsultasi kedosen pembimbing | | | | | | |
| 10 | Ujian dan revisi | | | | | | |
| | | | | | | | |
LEMBAR QUISIONER I
Nama :
Nama perusahaan :
Alamat :
| No | Pernyataan | Interval jawaban | |
| Setuju | Tidak setuju | ||
| 1. | Apakah perlu mengetahui teknik Finishing | | |
| 2. | Seorang finisher harus mengetahui bahan dan alat finishing | | |
| 3. | Finishing kulit reptile dengan sepray gun lebih mudah | | |
| 4. | Saat finishing harus menggunakan masker | | |
| 5. | Kulit reptile yang sudah difinishing memiliki nilai jual yang tinggi | | |
| 6. | Kulit reptile yang sudah difinishing harus memiliki sifat alami | | |
| 7. | Finishing dengan sepray gun memerlukan bahan finishing yang banyak | | |
LEMBAR QUISIONER II
Nama :
Jabatan :
Lama bekerja :
1. sudah berapa lama anda bekerja?
2. Hambatan apa yang sering terjadi pada proses Finishing?
3. Apakah harga bahan-bahan finishing mahal?
4. Bagaimana penjualan kulit reptile yang telah di finishing?
5. apa tugas anda ketika ada karyawan baru?
6. bagaiman teknik finishing yang baik untuk kulit reptile?
7. apakah untuk menjadi seorang finisher yang baik harus memiliki ijasah s1?
8. Bagaimana mencetak karyawan yang baik agar pabrik terus berjalan dengan baik?
9. Apakah teknik finishing dengan menggunakan sepray dapat menimbulkan pemborosan bahan finishing?
10. Apa kelebihan finishing menggunakan sepray gun ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar