PEMBUATAN KERIPIK PISANG
Keripik merupakan salah satu snack (kudapan) yang sangat digemari. Hal ini disebabkan oleh rasanya yang enak, teksturnya yang renyah, harganya relatif terjangkau dan dengan mudah dijumpai di pasaran. Kalangan industri pun baik kecil maupun besar mulai melirik dan mengembangkan produk ini sebagai salah satu produk pangan olahan yang prospektif.
Keripik dapat dibuat dari berbagai sumber bahan baku seperti seperti umbi-umbian (singkong, talas, kentang, garut, ubi jalar dan ganyong), buah-buahan (keripik pisang, sukun dan nangka), dan jamur (jamur merang dan jamur mutiara). Pembutan keripik dari umbi-umbian merupakan salah satu usaha pengolahan yang banyak dilakukan. Hal ini mungkin disebabkan karena cara pengolahannya yang relatif mudah, bahan bakunya murah dan mudah didapat.
Keripik pisang merupakan salah satu keripik yang banyak digemari masyarakat. Keripik pisang dibuat dari pisang yang sudah tua dan masih mentah. Jenis pisang yang sering digunakan yaitu pisang kepok, pisang nangka, pisang uli dll. Seiring dengan perkembangan teknologi pangan, keripik pisang pun sudah ditambah dengan berbagai jenis flavor sehingga menghasilkan keripik dengan cita rasa yang sangat menarik, misalnya keripik pisang rasa coklat, manis, manis pedas dan lain-lain. Keripik dengan berbagi rasa ini terbukti lebih digemari walaupun harganya relatif lebih mahal.
Dalam pembuatan keripik diperlukan aplikasi teknologi pangan tepat guna agar dihasilkan produk berkualitas, aman serta memerlukan biaya produksi yang efisien. Pembuatan keripik pada umumnya terdiri dari empat tahap, yaitu perlakuan pendahuluan, pengecilan ukuran, tahap penggorengan dan penambahan seasoning.
Proses perlakuan pendahuluan meliputi sortasi bahan baku, pencucian, dan pengupasan dan perendaman dalam larutan garam sekaligus sebagai tahapan pencucian daging buah. Perendaman dengan larutan garam dapur juga bertujuan untuk mencegah penccoklatan (browning enzimatis,). Larutan garam tersebut dapat menginaktifasi enzim polifenolase sehingga tidak menimbulkan warna kecoklatan.
Proses pengecilan ukuran bertujuan untuk mendapatkan keripik dengan bentuk, ketebalan, dan ukuran yang diinginkan sehingga dapat mempermudah proses penggorengan. Dalam tahap ini perlu mempertimbangkan tiga hal yaitu bentuk potongan (melintang atau membujur), ketebalan dan variasi permukaan (bergelombang atau rata). Pertimbangan jenis potongan dan variasi permukaan ditentukan oleh kecenderungan selera konsumen. Tingkat ketebalan diatur agar menghasilkan produk dengan kematangan yang merata serta tingkat kerenyahan yang paling baik.
Penggorengan pada pembuatan keripik merupakan tahap utama yang bertujuan untuk mematangkan produk dengan menggunakan minyak nabati sebagai media penghantar panas. Selama penggorengan akan terjadi penguapan air terutama pada bagian terluar dari makanan yang digoreng dan meninggalkan rongga yang akan diisi oleh minyak goreng. Pengisian minyak ini menyebabkan kerenyahan pada bagian kerak. Selain itu juga akan terjadi perubahan sifat fisiko kimia dan organoleptik produk seperti pembentukan komponen flavor, warna, tekstur dan penampakan secara umum. Perubahan ini disebabkan oleh adanya panas dan reaksi senyawa-senyawa dalam sistem penggorengan.
Sistem penggorengan yang digunakan haruslah sistim Deep fat frying dimana bahan terendam seluruhnya dalam minyak goreng sehingga penetrasi panas merata dan cepat. Sistem penggorengan ini paling banyak digunakan karena menghasilkan produk dengan tingkat kematangan produk yang seragam.
Tahap selanjutnya adalah penambahan seasoning. Seasoning yang ditambahkan bisa dalam bentuk powder atau pasta. Penambahan dalam bentuk powder biasanya pada saat keripik pisang masih panas kemudian ditabur dan diaduk dengan seasoning powder. Apabila seasoning dalam bentuk pasta (balado, coklat, dll), keripik pisang dicelupkan dan diaduk dalam sesoning pasta.
Setelah penambahan seasoning dan keripik pisang sudang dingin kemudian dikemas dalam plastik dan di seall.
BAHAN DAN ALAT
1. BAHAN
Bahan yang digunakan dalam pelatihan ini antara lain : pisang, minyak goreng, garam, Seasoning (keju manis, balado, asin gurih dll) dan plastik PP.
2. ALAT
Alat yang digunakan pada pelatihan ini antara lain pisau, talenan, slicer, ayakan, penggorengan, baskom, sealer dan lain-lain.
CARA KERJA PEMBUATAN KERIPIK PISANG
1.Pisang Dikupas dan dikerik
2.lalu Pisang Dicuci
3.Direndam air garam 0.1% dan ditiriskan
4.Diiris tipis diatas minyak panas
5.Digoreng deep fat frying 170 – 1800C
6.Ditiriskan dengan sentrifuse atau peniris lain
7.Disortasi
8.Diberi flavor
9.Dikemas dengan plastik PP
Itu Dia Cara Pembuatan Kripik Pisang semoga bermanfaat......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar