Penantian memenjarakanku bersama waktu di sebidang taifun
Mendung berkelompok meretakkan sudut-sudut kalbu yang membeku
Bianglala cinta hampir mengelupas tersayat sisakan sedikit rona membiru
Luka tetap menganga tak kunjung kering
Sampai mengerak apa yang ku sebut kecewa
Menanti di pinggiran hati semusim dengan pucuk-pucuk rindu
Periuk waktu lelah ku isi dengan cinta-cinta semu
Hampir menyerah hati menunggu waktu
Tapi tak ku ingin dedaun jati di belantara hati meranggas
Satu per satu seiring kemarau
Menanti masih menunggu
Musim pasti berganti
Ku tunggu hujan yang kan menyemikan benih-benih cinta yang mengikis
Ku nanti bahagia mengajakku ke dunianya
Ku nanti adam pilihan Allah menuju maghligai cinta
Sampai batas waktu yang tentu
Mendung berkelompok meretakkan sudut-sudut kalbu yang membeku
Bianglala cinta hampir mengelupas tersayat sisakan sedikit rona membiru
Luka tetap menganga tak kunjung kering
Sampai mengerak apa yang ku sebut kecewa
Menanti di pinggiran hati semusim dengan pucuk-pucuk rindu
Periuk waktu lelah ku isi dengan cinta-cinta semu
Hampir menyerah hati menunggu waktu
Tapi tak ku ingin dedaun jati di belantara hati meranggas
Satu per satu seiring kemarau
Menanti masih menunggu
Musim pasti berganti
Ku tunggu hujan yang kan menyemikan benih-benih cinta yang mengikis
Ku nanti bahagia mengajakku ke dunianya
Ku nanti adam pilihan Allah menuju maghligai cinta
Sampai batas waktu yang tentu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar